Selasa, 10 Juli 2018

Paper Kewirausahaan 108 Sarah Salsabila "Peluang Berbisnis dengan Mengikuti Tren di Masyarakat"


Peluang Berbisnis dengan Mengikuti Tren di Masyarakat

Vina Serevina, Sarah Salsabila
Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Jakarta, Jl. Rawamangun Muka 13320



Abstrak

            Untuk menjadikan bisnis lebih tahan lama, seorang pengusaha harus mengikuti tren yang berlaku. Sejarah membuktikan banyaknya perusahaan yang gulung tikar karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana cara untuk memaksimalkan keuntungan dari bisnis tersebut. Metode yang dilakukan adalah metode kuantitatif. Dari hasil analisa didapatkan cara untuk memaksimalkan bisnis yang mengikuti tren, pengusaha harus: (1) Menganalisis biaya operasional, (2) Menentukan tempat berjualan dan target konsumen, (3) Memilih platform yang tepat untuk mempromosikan produk, (4) Jeli dalam melihat peluang bisnis.

Kata Kunci: peluang, bisnis, tren, kelebihan, kekurangan

Abstract

To make a long-lasting business, an entrepreneur must follow the prevailing trend. History proves that many companies are out of business because they can not adapt to their environment. The purpose of this study is to analyze how to maximize profits from the business. The method used is quantitative method. The result of this study is when an entrepreneur wanted to maximize the business profits, they must: (1) Analyze operational costs, (2) Determine the place to sell their products and their target consumers, (3) Choosing the right platform to promote products, (4) Able to see business opportunities

Keywords: opportunities, business, trends, maximize, profit

Pendahuluan

            Pengusaha yang sukses tahu bagaimana cara mengikuti tren yang paling signifikan dalam lingkup bisnis mereka. Sebagian orang menciptakan tren, Sebagian orang mengerti bagaimana alur tren, sebagian orang dapat menciptakan dan mengerti alur tren. Sebagian sisanya adalah orang yang tidak dapat menciptakan ataupun mengerti tren. (Sutevski)

Untuk menjadikan bisnis lebih tahan lama, seorang pengusaha harus mengikuti tren yang berlaku. Sejarah membuktikan banyaknya perusahaan yang gulung tikar karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan mereka. Pasar dan industri bisnis selalu berubah menurut waktu. Seluruh lingkungan ruang lingkup bisnis juga berubah tiap waktu. Jadi, bisnis pun harus terus dinamis dan fleksibel mengikuti perkembangan zaman. Karena itu seorang pengusaha harus mengikuti tren yang berlaku. Pengusaha tidak dapat menciptakan tren viral dengan seorang diri, mereka harus mengerti apa yang dibutuhkan dan diinginkan kostumer untuk membuat sebuah tren. (Sutevski)

Tahu bulat, es kepal Milo, fidget spinner, dan slime merupakan salah satu contoh dari tren berbisnis yang ada selama dua atau tiga tahun terakhir. Pada masa jayanya penjual tahu bulat bisa mendapatkan omset Rp1.500.000,00 per hari, seorang pengusaha es kepal Milo dapat menghasilkan Rp5.000.000,00 per hari (R, 2018). Theresa Nguyen, seorang pengusaha cilik dari Amerika, dicatat menghasilkan lebih dari $3000 setiap bulannya dari penjualan slime, mainan yang bahan dasarnya hanyalah lem dan boraks, dengan mempromosikan produknya menggunakan media sosial seperti Instagram, atau Facebook (Phillips, 2017). Itu adalah beberapa contoh dari keuntungan berbisnis dengan menjual apa yang sedang menjadi tren.

Sekarang pertanyaannya adalah, apakah keuntungan dari bisnis yang berbasis dengan tren? Apakah kekurangan dari bisnis yang terlalu trend oriented? Bagaimana cara agar bisnis yang berbasis tren ini bisa bertahan lebih lama dan menghasilkan lebih banyak keuntungan?

Bisnis yang bergantung pada tren pastilah memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana cara untuk memaksimalkan keuntungan dari bisnis tersebut.

Metodologi

            Pada penelitian ini digunakan metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. (Sugiyono, 2012)

\


















Pembahasan

            Berdasarkan hasil penelitian, tentu bisnis berorientasi tren memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya antara lain adalah seorang pengusaha yang mengikuti tren dapat meramalkan tren yang akan terjadi berikutnya. Ketika produk mengalami penurunan dalam popularitasnya, seorang pengusaha dapat memperkirakan apa lagi yang akan menjadi tren.dengan mengikuti tren, seorang pengusaha dapat melihat pola dalam tren karena sesungguhnya tren adalah siklus yang terus berputar. Dengan mengikuti tren, pengusaha dapat mengetahui apa saja yang harus di kembangkan dari produknya, sebagai contoh penjualan tahu Sumedang turun drastis hingga 80% (Herdiana, 2017) . Pengusaha tahu sumedang harusnya mengembangkan produknya agar tetap menarik dan tidak kalah saing. Selain itu bisnis yang bergantung pada tren, bahkan jika pengusaha hanyalah “mengikuti” bukan menciptakan tren, produk yang dijual sudah memiliki brand name yang kuat. (Sutevski)

            Sedangkan kekurangan adalah apabila pengusaha sangat bergantung pada tren, maka produk yang dijual tidak bisa dijual dalam jangka panjang. Banyak hal yang menjadi tren hanya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, ketika tren sudah mereda maka pengusaha harus mencari tren baru lagi untuk tetap bertahan.

            Bagaimana cara untuk memaksimalkan pendapatan dari tren yang berlaku? Pertama-tama pengusaha harus menganalisis biaya operasional, contohnya, penjualan tahu bulat biasanya menyewa mobil pickup, dilansir dari Jabar Ekspres bahwa harga sewa mobil pickup mencapai Rp100.000,00 per hari, sedangkan tahu bulat dijual seharga Rp500,00 per buah, pengusaha harus mempertimbangkan apakah dengan berjualan tahu bulat bisa mendapatkan keuntungan? Selanjutnya pengusaha harus melihat tempat strategis untuk berjualan/target konsumen. Es kepal Milo memiliki harga sekitar Rp10.000,00 – Rp20.000,00, harga yang terlalu mahal untuk dijual kepada anak-anak SD. Maka penjual es kepal Milo membuat ukuran small untuk es kepal Milo seharga Rp5.000,00 yang kemungkinan masih dapat dibeli oleh anak-anak SD. Kemudian pengusaha harus mencari platform yang tepat untuk melakukan promosi dari produk yang akan dipasarkan, seperti yang dilakukan Theresa Nguyen, yaitu memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan slime miliknya. Yang terakhir, pengusaha harus jeli dalam melihat peluang dalam memanfaatkan tren dalam bisnis.


Senin, 09 Juli 2018

Paper Kewirausahaan 108 Yoseph Kristianto Gaspersz "POLA DISTRIBUSI ES KEPAL MILO DI KELURAHAN JATIMULYA,BEKASI TIMUR"


POLA DISTRIBUSI ES KEPAL MILO
DI KELURAHAN JATIMULYA,BEKASI TIMUR
Vina Serevina, Yoseph Kristianto Gaspersz*)
Program Studi Pendidikan Fisika,Fakultas Matematika dan IPA
Universitas Negeri Jakarta
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola distribusi jajanan musiman terutama es kepal milo di wilayah Kabupaten Bekasi, Khususnya Kelurahan Jatimulya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei dengan mendatangi tempat yang berjualan es kepal milo serta menginteview pedangan untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh tempat berjualan dengan pendapatan. Hasil Penelitian ini adalah berupa mengetahui pola persebaran atau pola distribusi jajanan es kepal milo serta alasan memilih tempat tersebut untuk memasarkan dagangannya..
Kata-kata kunci: distribusi, es kepal milo, kelurahan Jatimulya

  1. PENDAHULUAN
Usaha kecil dan menengah diatur oleh Peraturan Pemerintah Repubik Indonesia Nomor 17 Tahun 2013. Usaha kecil dan menengah saat ini berkembang sangat pesat, terutama mengenai kuliner. Berbagai inovasi dikembangkan dalam hal makanan dan minuman. Trend sekarang yang berkembang adalah Es kepal milo. Beberapa gerai minuman menjual minuman ini dan tidak ketinggalan, dengan beberapa inovasi di dalamnya. Distribusi usaha tersebut sudah menyebar di beberapa daerah, bahkan di tingkat kelurahan, Termasuk di daerah Kelurahan Jatimulya,Kabupaten Bekasi.

  1. TEORI
Kata disribusi berasal dari kata distribute yang berarti membagikan. Distribusi adalah kegiatan orang atau lembaga untuk menyampaikan barang atau jasa dari produsen ke tangan konsumen yang membutuhkan. Faktor- faktor yang mempenagruhi pola distribusi adalah dekat dengan target pasar, mudah dijangkau, akses dan lalu lintas jalan, biaya sewa, legalitas, sharing area atau monopoli area, serta lingkungan sekitar.
 Fungsi dari distribusi ada dua yaitu  fungsi distribusi pokok adalah segala tugas poko harus di lakukan, misalkan dalam hal yang satu ini dengan pengangkutan atau transportasi, penjualan dan pembelian. fungsi tambahan fungsi tambahan di bagi atas dua yaitu menyeleksi dan mengemas.
Berdasarkan proses penyalurannya,distribusi dibagi menjadi dua yaitu distribusi langsung dan distribusi tidak langsung. Distribusi langsung merupakan proses penyaluran barang dari produsen langsung kepada konsumen. Distribusi tidak langsung menyalurkan barang melalui perantara seperti agen.
Es kepal milo adalah jajanan yang sedang viral di kalangan masyarakat. Es kepal milo berbahan dasar es serut yang diberi fla milo,kemudian ditaburi dengan topping pilihan

  1. METODE RISET
Metode yang dipakai adalah survei tempat-tempat di kelurahan Jatimulya, Kabupaten Bekasi , kemudian wawancara dengan penjual es kepal milo tersebut mengenai dampak tempat berjualan dengan omset per hari. Dilakukan sejak tanggal 4 Mei 2018 sampai dengan 4 Juni 2018. Lokasi yang diambil adalah Kelurahan Jatimulya,Kecamatan Tambun Selatan,Kabupaten Bekasi.
  1. ANALISIS DAN RISET
Lokasi dagang es kepal milo kelurahan Jatimulya,Kabupaten Bekasi:
-          Jl. H jampang (Sebelah SMP,SMA dan SMK Yadika 8)
-          Perumahan Pondok Timur Indah 1 ( Sebelah SPBU Pondok Timur)
-          Perumahan Jatimulya : ada 3 lokasi Depan SMP 4 Tambun selatan, Rumah Sakit Al-Muztazam, Depan tugu Jatimulya)
Dari semua lokasi yang ada, wawancara dilakukan di lokasi sebelah SMP Yadika 8 jatimulya. Pedagang tersebut bernama Ibu Diana. Beliau menjelaskan jika omset per hari (jika keadaan normal, tidak dalam bulan Ramadhan) dapat mencapai Rp200.000,00 sampai dengan Rp800.000,00. Hal ini dikarenakan es kepal milo tersebut bervariasi. Tipe es kepal milo yang diminati para pengunjung terutama oleh siswa-siswi SMP,SMA dan SMK Yadika 8 adalah Es kepal milo dengan tambahan es krim.
  1. KESIMPULAN
Lokasi distribusi atau penjualan es kepal milo berpengaruh besar terhadap omset atau pendapatan dari pedagang. Lokasi yang ramai pengunjung terutama di dekat sekolah terhadap pendapatan yang besar yang diterima oleh pedagang.

Daftar pustaka
m.liputan6.com/amp/3497280/cara-membuat-es-kepal-milo-sendiri-yang-enak-dan-mudah-di-rumah ( diakses senin.4 Juni 2018)
Hansucciawan. 2011. Peran dan Pengaruh Saluran Distribusi. Jakarta
Kodrat, David Sukardi. 2009. Manajemen Distribusi. Edisi Pertama.Yogyakarta: Graha ilmu.
Rudi. 2013. Peluang Usaha di Rumah yang Menghasilkan Uang.    Jakarta
Situmorang, Syafrizal Helmi dkk. 2010. Analisis Data Untuk Riset Manajemen dan Bisnis.
Terbitan Pertama. Medan : USU Press.

Paper Kewirausahaan 108 Indra Septian Suprayogi "PENYEBAB KURANGNYA SUMBER DAYA MANUSIA PADA PERKEMBANGAN INDUSTRI KREATIF DIGITAL"


PENYEBAB KURANGNYA SUMBER DAYA MANUSIA PADA PERKEMBANGAN INDUSTRI KREATIF DIGITAL
Vina Serevina, Indra Septian Suprayogi
Prodi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta
  1. Pendahuluan
Pada  era digital ini sudah banyak industri yang menggunakan data digital. Sudah banyak juga perusahaan – perusahaan startup yang memulai dibidang ini.salah satunya adalah adanya ojek online yang menggunakan aplikasi android. Perusahaan tersebut pasti membutuhkan seorang programmer atau orang ahli IT yang memahami tentang digital ini.
Namun di Indonesia ini masih kekurangan sumber daya manusia  dibidang programming atau IT. Padahal banyak universitas yang setiap tahunnya meluluskan mahasiswa pada jurusan tersebut. Pada hal ini muncul pertanyaan besar yaitu “apa yang menyebabkan kurangnya sumber daya manusia pada perkembangan industry digital?”. Apakah pihak universitas yang menggunakan silabus lama atau  pihak perusahaan yang memiliki kriteria pegawai terlalu tinggi. Rumusan masalah yang akan dibahas adalah penyebab kurangnya sumber daya manusia pada perkembangan industri digital
Industri kreatif adalah industry ang mengandalkan keterampilan, talenta dan kreativitas yang berpotensi dalam meningkatkan kesejahteraan. (Simatupang : 2007)
Definisi industry kreatif adalah industry yang berasal dari kata pemanfaatan keterampilann, kreativitas dan bakat individu dalam menciptakan kesejahteraan dan lapanngan pekerjaan. Industry ini akan berfokuis untuk memberdayakan daya cipta dan daya kreasi suatu individu. (Departemen Perdagangan RI : 2009)
Menurut Howkins (2009) industry kreatif adalah indusri yang mempunyai ciri – ciri keunggulan pada sisi kreativitas dalam menghasilkan berbagai desain kreatif yang melekat pada aproduk barang atay jasa yang dihasilkan.
Pengertian industry kkreatif digital adalah suatu industry yang menggabungkan unsur digital dan unsur kreatif pada produk dan jasanya. Industri jenis ini pada umumnya merupakan hasil dari produk teknologi informasi yang bisa menjadi solus atas masalah di kehidupan sehari – hari. Contoh dari industry kreatif digital adalah Gojek dan Grab.
Menurut Departemen Perdagangan Republik Indonesia ada 15 sub-sektor industry kreatif yaitu periklanan, kuliner, arsitektur, seni pertunjukan, pasar barang seni, kerajinan,,  penerbitan dan percetakan, fesyen, riset dan pengembangan, permainan interaktif, musk, televisi dan radio, desain, layanan komputer dan piranti lunak, serta video, film dan fotografi. Untuk gojek dan grab tersebut termasuk dalam layanan komputer dan piranti lunak.
Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Pada hakikatnya, SDM berupa manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi itu.
Pengertian SDM dapat dibagi menjadi dua, yaitu pengertian mikro dan makro. Pengertian SDM secara mikro adalah individu yang bekerja dan menjadi anggota suatu perusahaan atau institusi dan biasa disebut sebagai pegawai, buruh, karyawan, pekerja, tenaga kerja dan lain sebagainya. Sedangkang pengertian SDM secara makro adalah penduduk suatu negara yang sudah memasuki usia angkatan kerja, baik yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja.
Secara garis besar, pengertian Sumber Daya Manusia adalah individu yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik institusi maupun perusahaan dan berfungsi sebagai aset yang harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya.
Hipotesis dari kasus ini adalah berbedanya kriteria yang dibutuhkan oleh perusashaan dan silabus yang digunakan oleh universitas.
  1. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis . Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.  Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”
Kriyantono menyatakan bahwa “riset kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya.”. Penelitian kualitatif menekankan pada kedalaman data yang didapatkan oleh peneliti. Semakin dalam dan detail data yang didapatkan, maka semakin baik kualitas dari penelitian kualitatif ini. Bebeda dengan kuanitatif, objek dalam penelitian kualitatif umumnya berjumlah terbatas. Dalam penelitian ini, peneliti ikut serta dalam peristiwa/kondisi yang sedang diteliti. Untuk itu hasil dari penelitian ini memerlukan kedalaman analisis dari peneliti. Selain itu, hasil penelitian ini bersifat subjektif sehingga tidak dapat digeneralisasikan. Secara umum, penelitian kualitatif dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Melalui metode ini, peneliti akan menganalisis data yang didapatkan dari lapangan dengan detail. Peneliti tidak dapat meriset kondisi sosial yang dioservasi, karena seluruh realitas yang terjadi merupakan kesatuan yang terjadi secara alamiah. Hasil dari penelitian kualitatif juga dapat memunculkan teori atau konsep baru apabila hasil penelitiannya bertentangan dengan teori dan konsep yang sebelumnya dijadikan sebagai kajian dalam penelitian.
Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu observasi. Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis . Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.
  1. Analisis dan hasil riset
Dari hasil riset yang telah dilakukan pada salah satu industry digital yaitu “Go-jek”, diketahui bahwa salah satu syarat untuk bekerja sebagai programmer di Go-jek yaitu mempunyai pengalaman kerja sehingga fresh graduate atau mahasiswa yang baru lulus tidak bisa diterima untuk bekerja sebagai programmer. Calon karyawan yang akan melamar di Go-jek sebagai programmer akan mendapat nilai plus atau poin lebih jika sudah merilis aplikasi di  playstore. Pengalaman untuk merilis aplikasi buatan sendiri ini bisa digunakan sebagai tugas oleh dosen kepada mahasiswa sehingga mahasiswa punya pengalaman untuk membuat aplikasi sendiri dan mengikuti prosedur untuk merilis aplikasinya. Jadi mahasiswa atau sarjana yang sudah lulus akan memiliki poin lebih tersebut. Walaupun belum tentu diterima, dengan bekal tersebut mahasiswa atau sarjana yang sudah lulus menjadi punya kesempatan  untuk mengembangkan aplikasi buatannya dan membuka usaha sendiri.
  1. Kesimpulan
Penyebab kurangnya sumber daya manusia pada perkembangan industri kreatif digital di Indonesia adalah tidak sesuainya silabus yang diberikan oleh universitas dan kriteria yang diminta oleh perusahaan. Karena perkembangan teknologi sangat pesat diharapkan pihak universitas selalu memperbarui silabus mengikuti perkembangan teknologi tersebut.

Paper Kewirausahaan 108 Fadhila Reza Herdananda "Tren Penurunan Usaha Retail Akibat Maraknya E-Commerce di Indonesia"


Tren Penurunan Usaha Retail Akibat Maraknya E-Commerce di Indonesia
Vina Serevina1)  Fadhila Reza Herdananda2)
Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Jl. Rawamangun Muka, Jakarta

Abstrak
            Penggunaan dan pemanfaatan internet di berbagai bidang kehidupan semakin memudahkan kehidupan manusia, mulai dari edukasi, kesehatan, kegiatan perdagangan hingga bisnis. Semakin banyaknya kebutuhan masyarakat yang semakin konsumtif namun kesempatan dalam memperoleh suatu produk yang dibutuhkan semakin sulit dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis sebagai celah untuk memperoleh keuntungan. Dengan memanfaatkan fasilitas jaringan internet, kegiatan perdagangan dapat dilakukan dengan mudah dimanapun dan kapanpun. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak para pelaku usaha yang menciptakan pasar penjualannya melalui toko daring. Minat masyarakat dalam berbelanja yang meningkat pesat akibat dari pengalaman berbelanja daring yang dibarengi dengan berbagai penawaran yang menguntungkan mulai dari promo diskon sampai distribusi produk ke tangan konsumen. Namun, akibat maraknya toko daring yang berkembang di Indonesia tidak hanya berdampak positif bagi masyarakat. Adanya toko daring juga memberikan dampak negatif bagi pelaku usaha retail. Terjadinya penurunan minat masyarakat dalam berbelanja di toko fisik sehingga banyak pengusaha retail yang tidak sanggup bertahan dalam persaingan usaha. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh keberadaan E-Commerce terhadap penurunan minat masyarakat dalam berbelanja melalui toko retail melalui observasi langsung ke lapangan dan studi literatur serta pengumpulan data melalui media massa. Dengan demikian, didapatkan hasil berupa keberadaan usaha E-Commerce memiliki pengaruh terhadap penurunan minat masyarakat dalam memperoleh barang melalui toko retail.
Kata kunci : toko daring, usaha retail, persaingan usaha.  
           
PENDAHULUAN
Semakin maraknya E-Commerce yang berkembang di Indonesia tidak terlepas dari perilaku masyarakat yang semakin konsumtif namun menginginkan sesuatu hal yang diinginkan agar lebih mudah diperoleh. Hal ini dimanfaatkan oleh berbagai penyedia layanan aplikasi toko daring sebagai salah satu celah untuk mencari keuntungan. Dengan memanfaatkan fasilitas jaringan internet, pencarian akan suatu barang ataupun jasa yang dibutuhkan akan semakin terasa mudah karena konsumen tidak perlu jauh jauh mencari ke banyak toko fisik. Namun cukup dengan sentuhan jari dimanapun dan kapanpun dapat dilakukan dengan sangat mudah. Fasilitas lain yang ditawarkan oleh penyedia layanan aplikasi toko daring ini adalah metode yang memudahkan konsumen dalam pembayaran, berbagai promo potongan harga maupun promo menguntungkan lain yang ditawarkan dan distribusi barang ke tangan konsumen dengan cara yang berbeda dengan toko konvensional membuat semakin digemarinya oleh masyarakat untuk berbelanja lewat toko daring ini.
Namun, akibat maraknya toko daring yang semakin menjamur di Indonesia memberi banyak dampak bagi masyarakat sendiri. Dampak positif yang timbul adalah masyarakat yang ingin memulai usaha dapat lebih mudah untuk membangun usahanya tanpa perlu modal lebih untuk membuat toko fisik. Sehingga kegiatan ekonomi masyarakat dapat meningkat dengan adanya layanan aplikasi toko online ini. Sedangkan dampak negatifnya, perilaku masyarakat akan semakin konsumtif serta dapat berpengaruh terhadap keberadaan para pengusaha retail (pengecer) mulai dari warung kelontong hingga minimarket.
Dari permasalahan tersebut, penulis berusaha mengimplementasikan gagasan mengenai isu tersebut melalui penulisan karya yang berjudul “Tren Penurunan Usaha Retail Akibat Maraknya E-Commerce Di Indonesia”.

METODOLOGI
Penelitian ini menggunakan kaidah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan menekankan pada data yang diperoleh melalui pengumpulan data dari media massa serta observasi langsung dilapangan.
PEMBAHASAN
Menurut Ni Ketut Susrini dalam bukunya yang berjudul “Cara Gampang Bikin Toko Online”, toko daring adalah sebuah toko atau tempat berjualan yang sebagian besar aktivitasnya berlangsung secara online di internet, sedangkan menurut Joko Salim dalam bukunya yang berjudul “Step By Step: Bisnis Online”, toko daring adalah sebuah toko yang menjual berbagai produk melalui internet dengan menggunakan sebuah website.
Dengan memanfaatkan fasilitas koneksi internet, masyarakat dapat mudah mencari produk barang dan jasa dengan mudah tanpa perlu bersusah payah mencari ke berbagai toko fisik di pasaran. Cukup dengan mengetik di kolom pencarian dalam aplikasi penyedia layanan toko online seperti Lazada, Tokopedia, Bukalapak, BliBli.com, hingga eBay maka akan langsung diperoleh berbagai produk yang dicari dari berbagai toko online yang terafiliasi dalam sistem penjualan online aplikasi tersebut. Berbagai penawaran menarik melalui redeem kode untuk memperoleh potongan harga, pendistribusian barang ke tangan konsumen serta pengalaman berbelanja yang berbeda menjadi fasilitas yang ditawarkan oleh berbagai aplikasi layanan penyedia  kepada konsumen sehingga minat berbelanja semakin meningkat.
Melalui toko daring, para pengusaha pemula juga dapat mengembangkan usahanya menjadi lebih maju, dengan jangkauan pasar yang semakin besar serta modal penjualan yang relative lebih sedikit dibanding dengan membangun usaha dengan toko fisik yang memerlukan .
Namun, seiring meningkatnya tren perdagangan melalui layanan daring. Munculnya dampak baru terhadap para pelaku usaha retail seperti minimarket dan bahkan warung kelontong. Usaha retail semakin tergerus dengan adanya sistem baru ini. Karena barang yang mudah diperoleh dipasaran saja, dapat diperoleh lebih mudah lagi melalui penjualan daring. Ditambah lagi potongan harga yang menarik dan layanan COD (cash on delivery). Konsumen hanya perlu menunggu barang sampai kerumah dan melakukan pembayaran setelah barang sampai, serta tidak perlu mengantre di kasir. Pengalaman berbelanja yang menjadikan konsumen sebagai raja seperti ini yang semakin disukai oleh masyarakat pada era ini.
Melalui media Kompas.com yang memuat berita berjudul ”Perusahaan Ritel Banyak Tutup, Apa yang Sebenarnya Terjadi?”  pada Oktober 2017. Hariyadi Sukamdani selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengatakan bahwa beberapa usaha retail yang telah mengalami penutupan di beberapa tempat seperti Seven-Eleven, Lotus, Ramayana hingga retail Matahari Dept Store bukan hanya akibat dari poin tidak laku, tetapi lebih disebabkan oleh semakin berkurangnya pembeli. Tren penggunaan aplikasi toko daring menjadi salah satu akibat bergesernya pola berbelanja masyarakat yang sebelumnya ramai di toko retail fisik menuju pasar digital. Arus perubahan ini tidak diantisipasi serius oleh para pengusaha retail sehingga menimbulkan ketimpangan dalam peminat. Pengusaha retail seakan tidak lagi mampu bersaing melawan para pengusaha baru yang memberikan pelayanan lebih kepada konsumen.

KESIMPULAN
            Maraknya metode perdagangan di Indonesia tidak terlepas dari berbagai faktor, salah satunya adalah keinginan masyarakat untuk memperoleh suatu barang atau jasa dengan mudah. Untuk itu, berbagai pelaku usaha memulai berinovasi untuk mewujudkan keinginan tersebut dengan menyediakan berbagai kebutuhan barang dan jasa melalui perdagangan daring. Sehingga animo masyarakat terhadap munculnya toko daring begitu besar. Hal ini memberi dampak buruk bagi usaha retail yang ada. Beberapa retail akhirnya mengalami penutupan akibat tidak sanggup mengikuti perkembangan melalui digitalisasi pasar. Sementara yang masih bertahan, biasanya melakukan penggabungan (merger) dengan pelaku usaha lain untuk menopang usahanya. Misalkan beberapa gerai Ramayana Dept. Store melakukan merger dengan pihak mall yang berdiri bersama usaha retail lain.


DAFTAR PUSTAKA
Julianto, Pramdhia Arhando. 2017. “Perusahaan Ritel Banyak Tutup, Apa yang Sebenarnya Terjadi?”. https://ekonomi.kompas.com/read/2017/10/27/184542026/perusahaan-ritel-banyak-tutup-apa-yang-sebenarnya-terjadi
Susrini, Ni Ketut. 2010. Cara Gampang Bikin Toko Online. Jakarta : PT Grasindo
Salim, Joko. 2009. Step By Step : Bisnis Online. Jakarta : PT Elex Media Komputindo