Selasa, 10 Juli 2018

Artikel Fisika Kebumian 108 - Putri Dinny Decca Pusphita Sari - 3215143648 - "PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH UNTUK PENGAMATAN FASE PERTUMBUHAN PADI


PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH UNTUK PENGAMATAN FASE PERTUMBUHAN PADI

Dosen Pengampu: Dr. Ir. Vina Serevina, M.M
Penulis: Putri Dinny Decca Pusphita Sari


Dewasa ini kemajuan dalam bidang teknologi telah dikembangkan untuk memudahkan segala kebutuhan manusia. Baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, komunikasi, pertahanan, peternakan, maupun bidang pertanian. Salah satu kemajuan teknologi yang saat ini tengah banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan, yaitu penginderaan jauh. Menurut beberapa rujukan, definisi dari penginderaan jauh adalah sebagai berikut:

Penginderaan jauh adalah ilmu yang mempelajari tentang perolehan data, pemrosesan data serta intepretasi data yang akan merekam interaksi antara energi elektromagnetik dengan suatu objek. Selain itu, penginderaan jauh dapat juga didefinisikan sebagai ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh menggunakan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, area, atau fenomena yang dikaji.

Berdasarkan beberapa definisi di atas, penginderaan jauh dapat didefinisikan secara umum sebagai perekaman karekateristik suatu objek di bumi menggunakan suatu alat dari jarak jauh. Berdasarkan sumber energi yang digunakan oleh sistem penginderaan jauh dapat dibedakan menjadi dua, yaitu penginderaan jauh sistem aktif adalah sistem yang menggunakan energi buatan, seperti gelombang mikro. Sedangkan penginderaan jauh sistem pasif adalah sistem yang menggunakan energi sinar matahari yang dipantulkan ke permukaan bumi kemudian memantulkannya kembali dan ditangkap oleh sensor yang ada pada satelit penginderaan jauh.

Teknologi perolehan informasi (sensor) yang digunakan sangat bervariasi tergantung platform yang digunakan dan dapat dikategorikan berdasarkan jarak perekaman dari bumi. Beberapa platform yang digunakan bisa berupa platform airborne (balon udara atau pesawat) dan platform spaceborne (satelit maupun pesawat ruang angkasa). Dari informasi yang diperoleh dari sensor kemudian dapat diolah menjadi data-data yang diproses menjadi beberapa informasi yang disebut citra satelit.

Citra satelit tersebut selanjutnya dapat diolah kembali menjadi beberapa informasi sesuai dengan kebutuhan. Salah satunya dapat digunakan dalam bidang pertanian, yaitu pengamatan pada fase pertumbuhan padi. Seperti yang telah kita ketahui bahwa terdapat empat fase pertumbuhan padi, yaitu fase awal penanaman atau fase inundasi, fase vegetative, fase generatif dan fase pemanenan.

Kegiatan penginderaan jauh ini dilakukan dengan memonotori kondisi dari penanaman padi dibutuhkan demi mengetahui ada atau tidaknya masalah dalam pertumbuhannya. Aplikasi dalam penginderaan jauh, dimana dengan menggunkan data satelit seperti Landsat 8 dan lainnya yang memiliki resolusi spasial dan temporal cukup baik untuk memonitori kondisi pertanian padi dalam skala area yang luas. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya masalah dalam pertumbuhan padi yang sedang diamati. Apakah pertumbuhan padi tersebut dalam kategori baik atau padi tersebut diserang oleh penyakit. Kita dapat mengetahuinya menggunakan analisis data yang diperoleh dari citra satelit penginderaan jauh.

Berdasarkan jurnal yang ditulis oleh D. D. Domiri (Remote Sensing Application Center, LAPAN) pada Jurnal IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science (2017) 012002, metode yang digunakan dalam penginderaan jauh yang dilakukan, yaitu data primer yang digunakan pada penelitian ini adalah refleksi permukaan dari data Landsat 8, P/R 122/064. untuk mendapatkan profil pertumbuhan padi secara lengkap, dibutuhkan data multitemporal sebanyak 16 citra dalam periode waktu misalnya dari Mei hingga Agustus.

Data citra yang diperoleh selanjutnya diolah dengan menggunakan dua parameter yang akan digunakan pada penelitian ini berdasarkan hasil dari Dirgahayu, seperti NDWI dan EVI. NDWI (Normalize Difference Water Index). Vegetation Index untuk mendeteksi kehijauan lahan menggunakan Enhanced Vegetation Index (EVI). Kondisi padi yang sudah dipanen ditunjukkan dengan objek lahan terbuka pada areal persawahan dengan gradasi warna coklat tua dan magenta hingga gradasi warna terang. Untuk mengetahui tanaman padi dalam fase pertumbuhan vegetatif atau generatif, selanjutnya harus diketahui perubahan indeks vegetatif (EVI) yang dibandingkan dengan data 16 hari sebelumnya. Fase vegetatif terindikasi dengn meningkatnya indeks vegetasi atau perubahan yang positif. Selama fase generatif muncul terindikasi dengan perubahan negatif atau penurunan pada indeks vegetatif.

Intepretasi visual yang ada berdasarkan Citra Colour Composite dari Landsat 8, dan berdasarkan citra RGB color composite 653 pada 31 Agustus 2015 dan beberapa bagian sudah siap dipanen. Objek air juga dapat terlihat di beberapa bagian dari citra satelit tersebut. Ketika sedang fase vegetasi pada padi terlihat hijau tua hingga hijau muda serta berwarna hijau kekuningan. Pengekstraksian dari EVI Maksimum sebagai parameter pertumbuhan biologis tanaman padi. Analisis statistik dari multitemporal EVI menggunakan Landsat 8 dari Januari hingga September 2015 ditunjukkan oleh gambar di bawah ini. Areal persawahan terlihat hijau muda dengan tekstur halus yang sangat berbeda dengan daratan lainnya.


Data yang diperoleh dan diolah di LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) kemudian dapat diakses sesuai kebutuhan. Dan data hasil pengamatan penginderaan jauh pada fase pertumbuhan padi tersebut selanjutnya dapat digunakan oleh pelaku pertanian supaya dapat meningkatkan kualitas hasil panen dan meningkatkan jumlah produksi padi yang ada. Sehingga teknologi ini cukup menguntungkan bagi berbagai pihak. Mempermudah petani dalam mengendalikan panennya serta mampu mengetahui semua permasalahan dalam pertumbuhan padinya tanpa harus mengecek ke seluruh areal persawahan secara langsung satu per satu. Sehingga pekerjaan di areal persawahan lebih efektif dan pengerjaannya lebih cepat. Dengan adanya teknologi penginderaan jauh ini, diharapkan dapat digunakan sebaik-baiknya oleh berbagai sektor lapisan masyarakat.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar