Selasa, 10 Juli 2018

Artikel Fisika Kebumian 108 - Ayu Fauziah - 3215140606 - "LAPAN: Fire Hotspot Sebagai Informasi dan Pencegahan Dini"


LAPAN: Fire Hotspot Sebagai Informasi dan Pencegahan Dini


Ayu fauziah
Dr.Ir. Vina Serevina, M.M
Universitas Negeri jakarta

               
                  Dunia digital merupakan hal yang saat ini sedang banyak diminati banyak kalangan. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa digitalisasi memang menjadi hal tidak dapat kita tolak terlebih sudah banyaknya aspek kehidupan yang telah dirasuki dunia digital. Digitalisasi yang paling mencolok adalah banyaknya pengguna smartphone diberbagai kalangan. Modern ini banyak masyarakat yang tidak bisa lepas dari smartphonenya, baik dengan sistem android maupun IOS. Hal tersebut salah satunya dikarenakan adanya kebutuhan informasi yang tinggi bagi masyarakat sendiri. Informasi-informasi yang bisa masayrakat dapatkan sangatlah beragam, mulai dari informasi entertaiment sampai informasi ilmiah.

                Banyak lembaga yang telah sadar betul akan digitalisasi dan kebutuhan informasi yang tinggi pada masyarakat, sehingga ada tindak lanjut atau responnya pun sangat beragam. Salah satu lembaga yang sadar akan hal tersebut adalah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).  LAPAN adalah lembaga pemerintah non-kementrian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden melalui menteri yang membidangi urusan pemeritahan bidang riset dan teknologi. LAPAN sendiri memiliki tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian dan pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya serta penyelenggaraan keantariksaan sesuai dengan ketentuan peraturan perund-undangan. Maka sesuai dengan tugasnya, LAPAN memiliki berebapa deputi bidang yang menjadi kompetensi utamanya. Salah satunya adalah deputi bidang pengeinderaan jauh.[1]

                Deputi bidang penginderaan jauh dari LAPAN ini adalah fenomena yang dilakukan melalui analisis data yang diterima oleh suatu alat yang tidak bersentuhan langsung dengan objek, wilayah atau fenomena yang diamati. Pusat pemanfaatan penginderaan jauh tersebut sudah dimanfaatkan untuk beberapa bidang seperti bidang kehutanan, pertanian,  perkebunan, pertambangan, kewilayahan,  perikanan dan kelautan, kebencanaan,  fenomena alam bahkan untuk bidang perpajakan dan zona antri kurupsi.

                Lapan menyediakan informasi penginderaan jauh tersebut dalam website resmi LAPAN yang ditampilkan dalam katalog penginderaan jauh LAPAN. Masnyarakat bisa mengakses informasi tersebut dalam website resminya yaitu www.lapan.go.id . selain itu, LAPAN pun telah menyediakan informasi dalam bentuk aplikasi yang dapat digunakan oleh semartphone dengan sistem andorid maupun IOS. Aplikasi tersebut dinamai LAPAN: Fire Hotspot yang di rilis pada 15 Agustus 2016 lalu. Saat ini aplikasi tersebut sudah di unggah lebih dari 10.000 pengguna dengan penilaian 4,5  di PlayStore. Sebagian besar respon dari penggunanya adalah respon positif terhadap aplikasi tersebut.

                Aplikasi pemantauan titik panas (hotspot) oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional merupakan wujud nyata komitmen LAPAN dalam penyediaan peringatan dini dan informasi kebakaran hutan atau lahan yang berasal dari satelit penginderaan jauh. Melalui apalikaai tersebut, pengguna dapat mengetahui koordinat-koordinat hotspot di wilayah Indonesia hingga jangka waktu 48 jam terakhir. Satelit penginderaan jauh yang digunakan untuk pemantauan hotspot tersebut berasal dari satelit Aqua, Terra, dan SNPP yang diterima langsung oleh Stasiun Bumi LAPAN.[2]

                Aplikasi LAPAN: Fire Hotspot tentu akan sangat berguna, terlebih di Indonesia yang cukup sering mengalami kebakaran hutan. Daerah-daerah yang sering mengalami kebakaran biasany adalah daerah yang jauh dari pemukiman warga, sehingga tidak dapat segera diketahui oleh masyarakat sampai asap dari kebakaran tersebut menyebar. Dengan adanya aplikasi LAPAN: Fire Hotspot, masyarakat dapat mengetahui daerah – daerah yang mengalami kebakaran, baik sebagai peringatand ini maupun informasi daerah mana yang mengalami kebakaran lahan ataupun hutan. Dalam aplikasi LAPAN: Fire Hotspot pengguna disajikan tampilan dari hasil satelit LAPAN yaitu satelit Aqua, Terra, dan SNPP. Pengguna dapat melihat hasil dari ketiga satelit tersebut atau pengguna juga dapat memilih tampilan hasil tangkapan salah satu satelit tersebut. Kulitas gamabar yang disajikan pun sangat baik sehingga, informasi yang diberikan LAPAN dapat tersampaikan dengan baik dan juga informasi yang didapatkan pengguna juga dapat diterima dengan baik. Tingkat panas dalam aplikasi LAPAN: Fire Hotspot tersebut terklasikfikasi menjadi tiga tingkat. Tingkatan panas tersebut disimbolkan dengan tiga warna yaitu, hijau, kuning dan merah. Untuk tingkatan terendah yaitu warna hijau dengan tingkatan panas C(%) kurang lebih 29%, untuk tingkatan medium yaitu warna kuning dengan tingkatan panas 30% sampai  29%, sedangkan untuk tingkatan tertiggi yaitu warna merah dengan tingkatan panas C(%) lebih dari 80%. Di Indonesia sendiri ada 13 Hotspot  menurut hasil satelit Aqua dengan dua belas titik dalam kategori kuning dan satu titik dalam kategori merah. Menurut hasil satelit Terra ada 6 Hotspot di wilayah indonesia dengan lima titik dalam katergori kuning dan satu titik dalam kategori merah. Sedangkan menurut hasil satelit SNPP hanya ada satu titik yang terbaca, yaitu titik panas yang berada di Maluku Utara yang masuk dalam kategori kuning.

                LAPAN sebenarnya memiliki lima belas satelit yang dibedakan berdasarkan resolusi hasil tangkapan gelombangnya. Untuk satelit dengan resoslusi sangat tinggi (50 cm) yaitu satelit Pleiades 1A dan satelit Pleiades 1B. Untuk satelit dengan resolusi tinggi (1,5 m) yaitu satelit SPOT-6 dan satelit SPOT-7. Untuk satelit dengan resolusi menengah (15 sampai 30 m) yaitu satelit Landsat-7 dan satelit Landsat-8. Untuk satelit dengan resolusi rendah (lebih dari 250 m) yaitu satelit Terra, satelit Aqua, satelit S-NPP, satelit NOAA-18, satelit NOAA-19, satelit MetOp, dan satelit Himawari. Sedangkan untuk satelit SAR (kurang dari 40m) yaitu satelit TerraSAR-X dan satelit TanDEM-X. [3]

                LAPAN menjadi lembaga yang benar-benar menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat dalam bidang penerbangan dan antariksa. Dengan adanya aplikasi LAPAN: Fire Hotspot tersebut dapat menjadi sumber informasi yang kurat tentang titik panas yang ada di Indonesia. Bahkan dalam versi terbarunya, aplikasi tersebut sudah menyediakan data koordinat yang dapat diunggah oleh pengguna. Oleh karena itu, semoga masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik aplikasi yang telah disediakan pemerintah untuk menambah informasi dan juga untuk pencegahan dini.
               




LAMPIRAN
  
    



  



[2] PlayStore/LAPAN: Fire Hotspot
[3] Powerpoint: LAPAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar