Senin, 05 September 2011

PENAWARAN (SUPPLY)

Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.Permintaan dan penawaran bersama-sama akan membentuk pasar.

A.    Pengertian Penawaran
Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan untuk dijual pada berbagai tingkat harga dalam suatu pasar pada waktu tertentu. Dari pengertian tersebut menunjukkan bahwa penjual akan menjual barangnya sejumlah tertentu untuk masing-masing tingkat harga tertentu. Pada saat harga rendah, maka ia hanya menjual sedikit sebab takut rugi, tetapi pada saat harga naik maka jumlah barang yang dijual pun banyak sebab akan memperoleh keuntungan. Penawaran barang tersebut terjadi pada pasar tertentu dan waktu yang tertentu pula, artinya pada pasar yang berbeda dan waktu yang berbeda, maka jumlah barang yang ditawarkan pun kemungkinan berbeda pula.
Contohnya adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar.

B.     Macam-macam Penawaran
Apabila ditinjau dari jumlah barang yang ditawarkan, penawaran dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penawaran perorangan dan penawaran kolektif.
a.   Penawaran Individu
Penawaran individu adalah jumlah barang yang akan dijual oleh seorang penjual.
b .  Penawaran Kolektif
Penawaran kolektif disebut juga penawaran pasar. Penawaran kolektif adalah keseluruhan jumlah suatu barang yang ditawarkan oleh penjual di pasar. Penawaran pasar merupakan penjumlahan dari keseluruhan penawaran perorangan.

C.    Hukum Penawaran
Hukum penawaran adalah suatu pernyataan yang menjelaskan tentang sifat hubungan antara harga dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh penjual. Dalam hukum ini dinyatakan bagaimana keinginan para penjual untuk menawarkan barangnya tersebut jika barangnya itu mempunyai harga yang rendah dan jika dia juga mempunyai harga barang yang tinggi. Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa makin tinggi harga sesuatu barang, semakin banyak pula jumlah barang tersebut akan ditawarakan oleh para penjual. Sebaliknya makin rendah harga barang maka akan semangkin sedikit jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual.
Pengertian permintaan haruslah didasari asumsi bahwa faktor-faktor selain harga yang juga ikut menentukan jumlah yang diminta konsumen tidak berubah (caterius paribus). Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Adapun faktor yang lain yang membentuk cateris paribus adalah:
      Teknologi yang digunakan adalah tetap.
  Penjual tidak memerlukan harga tunai.
  Penjual tidak akan kuatir jika suatu saat harga barang akan turun.
  Jumlah pedagang dan produsen tetap.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

D.    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penawaran, diantaranya adalah :
1.      Harga barang itu sendiri (Px)
2.      Harga barang lain terkait (Py)
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
3.      Harga faktor produksi (Pi)
4.      Biaya produksi (C) dan teknologi produksi (T)
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
5.      Jumlah Penjual (Ped)
6.      Tujuan Perusahaan (Tj)
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
7.      Kebijakan Pemerintah (Kb)
8.      Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
9.      Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.
Dalam menganalisis penawaran, kita harus menganalisis satu demi satu faktor yang mempengerahui, dengan memisalkan faktor – faktor lain tidak berubah atau cateris paribus, maka terlebih dahulu di perhatikan pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang ditawarkan. Hukum penawaran menyatakan bahwa makin tinggi harga suatu barang semakin banyak jumlah barang tersebut ditawarkan oleh penjual, sebaliknya makin rendah harga suatu barang semakin sedikit jumlah barang tersebut ditawarkan.
Sebuah kesepakat harga dapat terjadi apabila permintaan dan penawaran bertemu. Ada kemungkinan perubahan serentak permintaan dan penawaran yang dapat berlaku. Perubahan mungkin berlaku kea rah sama, yaitu sama – sama mengalami kenaikan tau sama – sama menurun. Tapi mungkin pula ia berlaku kearah bertentangan, misalnya permintaan turun tetapi penawaran bertambah, atau permintaan bertambah tetapi penawaran turun. Tiap – tiap perubahan tersebut akan menimbulkan akibat yang berbeda kepada perubahan harag dan jumlah barang yang diperjualbelikan.

E.     Fungsi Penawaran
Fungsi penawaran adalah fungsi yang menyatakan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan harganya. Jika harga naik, maka jumlah yang ditawarkan akan naik, dan sebaliknya, jika harga turun, maka jumlah yang ditawarkan akan turun, seperti pada hukum penawaran sebelumnya.
Kurva penawaran adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan. Kurva penawaran yang normal adalah arahnya naik dari kiri bawah ke kanan atas, lihat gambar di bawah :

Tabel di bawah ini merupakan contoh kurva penawaran
Perhatikan kurva di atas. Kurva bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Dengan demikian kurva penawaran mempunyai slope positif. Artinya jumlah barang yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga barang. Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan.
Persamaan penawaran menunjukkan hubungan antara tingkat harga dan kuantitas yang ditawarkan.
Fungsi Matematis :
                                                   Qs = f (P)

Fungsi Penawaran :
                                                 Qs = a + bP                  ;          b > 0

Atau,
 P  = - a  + Q
         b      b

Keterangan : Q = jumlah yang diminta
                      P = tingkat harga
                      a = konstanta
                      b = koefisien
Dalam bentuk persamaan di atas terlihat bahwa variabel P (harga) dan variabel Q (jumlah) mempunyai tanda yang sama, yaitu sama-sama positif. Ini mencerminkan hukum penawaran, bahwa apabila harga naik jumlah yang ditawarkan akan bertambah dan sebaliknya. Gerakan harga searah dengan gerakan jumlah, oleh karena itu kurva penawaran berlereng positif.
Dalam menggambarkan kurva penawaran, sebetulnya dibenarkan meletakkan variabel harga (P) pada sumbu horizontal dan variabel jumlah (Q) pada sumbu vertikal. Jadi, tidak harus variabel harga ditempatkan pada sumbu vertikal dan variabel jumlah pada sumbu horizontal. Akan tetapi, terdapat semacam tradisi yang menempatkan P pada sumbu vertikal dan Q pada sumbu horizontal.

a.      Ciri-ciri Fungsi Penawaran
Adapun ciri-ciri dari fungsi penawaran adalah sebagai berikut:
a).  Variabel Q ≥ 0 dan P ≥ 0, atau 0 ≤ Q ≤ a dan 0 ≤ p ≤ b

b).  Untuk setiap nilai p hanya ada satu nilai p
c).  Fungsi penawaran monoton naik dari kiri ke kanan

b.      Macam-macam Kurva Penawaran
Dalam hal ini tidak selalu akan terjadi kurva penawaran yang normal, melainkan bahwa pada suatu saat akan terjadi hal yang tidak seperti biasanya atau terjadi hal-hal yang menyimpang atau disebut pula kekecualian dari kurva penawaran seperti contoh sebagai berikut :
a)      Kurva penawaran yang horizontal
Kurva ini menunjukkan bahwa jika harga naik sedikit saja, maka jumlah barang yang ditawarkan akan segera bertambah banyak sehingga harga cepat kembali turun. Bentuk kurva penawaran ini bersifat elastis sempurna.
b)      Kurva penawaran yang vertikal
Kurva ini menunjukkan bahwa berapapun harga yang terjadi di pasar, maka jumlah barang yang ditawarkan akan tetap, misalnya sebanyak 0Q. Contoh produksi padi dihasilkan selama empat bulan, maka meskipun harga naik terus produsen tidak dapat menambah jumlah padi yang harus dijual, sebaliknya jika harga turun, maka dalam waktu empat bulan itu tidak dapat mengurangi produksinya dan jumlahnya sudah tertentu. Kurva Penawaran (Supply) yang vertikal merupakan kurva penawaran in elastis sempurna.
Berapapun kenaikan harga, produsen hanya bersedia menjual produk sebanyak 0Q, karena dalam jangka pendek produsen belum mampu menambah persediaan produknya untuk dijual.
c)      Kurva penawaran yang membelok.
Kurva ini merupakan kurva pengecualian dari kurva penawaran. Kurva penawaran ini  yg berbentuk melengkung dan membalik ke arah berlawanan (backward bending supply curve). Bentuk kurva mempunyai kemiringan negatip. Salah satu contoh kurva ini adalah kurva penawaran tenaga kerja. Kurva penawaran kerja dalam masyarakat miskin à mempunyai sudut kemiringan (slope) negative.
        Contoh penawaran tenaga kerja. Kurva ini menunjukkan jumlah jam kerja yang selalu naik juga, tetapi pada suatu saat akan menjadi keadaan yang sebaliknya yaitu dengan naiknya upah akan mengikuti turunnya jumlah jam kerja. Hal ini dapat diilustrasikan seperti contoh berikut :
Soal 1:
Gambarkan kurva fungsi penawaran Qs = 4p – 6 dan tentukan batas nilai Q dan p !
Penyelesaian :
  Perpotongan dengan sumbu Q
     p = 0, maka Q = -6
  Perpotongan dengan sumbu P
     Q = 0, maka p = 3/2
Jadi, titik potong adalah : (-6,0) dan (0,3/2)


  P
 3/2
   2
   3
   4
   5  
   6
  7
 Qs
   0
   2
   6
  10
  14
  18
 22



                                                  P
                                                                                                        Qs = 4p – 6
                                          (0,3/2)
    
                   (-6,0)                                                                                      Qs

Batas nilai Q dan p ialah :
      0 ≤ Q < ∞ atau Q ≥ 0
      3/2 ≤ p < ∞ atau p ≥ 3/2

F.     Pergeseran Kurva Penawaran
Sama halnya pada pergeseran kurva permintaan, kurva penawaran juga dapat mengalami pergeseran karena adanya perubahan faktor-faktor yang memengaruhi penawaran selain faktor harga. Bergesernya kurva penawaran ditandai dengan bergeraknya kurva ke kanan atau ke kiri. Kurva penawaran bergeser ke kanan, artinya jumlah penawarannya mengalami kenaikan. Namun, ketika kurva penawaran barang bergeser ke kiri, berarti terjadi penurunan penawaran barang. Misalnya diperkirakan harga jeruk bulan depan akan naik karena harga pupuk naik. Kenaikan harga jeruk menyebabkan penurunan penawaran jeruk. Sehingga ketika diperkirakan harga di masa depan naik, maka penjual akan mengurangi jumlah barang yang dijualnya.
        Berikut ini adalah contoh dari data yang mengalami pergeseran kurva penawaran :
Tabel di atas jika dibuat grafik akan tampak seperti berikut ini.
Perhatikan kurva penawaran di atas. Kurva penawaran S bergeser ke kiri menjadi S1. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah penawaran akan jeruk mengalami penurunan. Penurunan kurva penawaran jeruk tersebut sebagai akibat dari meningkatnya harga pupuk. Jadi dapat disimpulkan bahwa adanya perubahan dari salah satu atau lebih faktor-faktor yang dulu dianggap tetap, akan mengubah jumlah penawaran sekaligus menggeser kurva penawaran.

Soal 2 :
Jika fungsi penawaran suatu barang adalah Qs = -9 + 3p, gambarkan kurva pergeseran penawarannya apabila tarif pajak barang tersebut adalah 2 per unit barang!
Penyelesaian :
Dari fungsi : Qs = -9 + 3p
  Perpotongan dengan sumbu Q
     p = 0, maka Q = -9
  Perpotongan dengan sumbu P
     Q = 0, maka p = 3
Jadi, titik potong adalah : (-9,0) dan (0,3)


  P
   3
   4
   5
   6
   7  
   8
  9
 Qs
   0
   3
   6
   9
  12
  15
 18


Jika pajak = 2, maka fungsi penawaran menjadi :
Qs = -9 + 3 (p – 2)
     = -9 + 3p – 6
     = -15 + 3p
Dari fungsi : Qs = -15 + 3p
  Perpotongan dengan sumbu Q
     p = 0, maka Q = -15
  Perpotongan dengan sumbu P
     Q = 0, maka p = 5
Jadi, titik potong adalah : (-15,0) dan (0,5)


  P
   5
   6
   7
   8
   9 
  10
 11
 Qs
   0
   3
   6
   9
  12
  15
 18


                                                                                                                     Qs = -15 + 3p
                                                                                                       
                                        (0,5)                                                       Qs = -9 + 3p

                                                   (0,3)


     (-15,0)               (-9,0)
G.    Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaran (Es) merupakan ratio antara perubahan relatif jumlah barang yg ditawarkan dengan perubahan relatif harga.
                  Es   =   % perubahan jumlah yang ditawarkan     =    ∆Q / (Q2+Q1)        
                                            % perubahan harga                            ∆P / (P2+P1)
                         =   lim     (Qs / Qs)    =   dQs    .   P
                            P    0     (P / P)            dP         Qs

Terdapat 5 golongan elastisitas penawaran, diantaranya :
a)      Penawaran elastisitas sempurna
Penawaran disebut elastis sempurna apabila koefisien elastisitasnya sama dengan tak terhingga (Es = ∞). Artinya,pada perubahan harga tertentu, kuantitas yang diminta berubah menjadi tidak terbatas
b)      Penawaran tidak elastisitas sempurna
Penawaran disebut inelastis sempurna apabila koefisien elastisitasnya sama dengan nol (ES = 0). Artinya,berapapun besarnya perubahan harga, kuantitas yang diminta tidak akan berubah


c)      Penawaran elastisitas uniter
Penawaran disebut elastis uniter apabila koefisien elastisitasnya sama dengan satu (Es = 1). Artinya,persentasi perubahan jumlah penawaran sama dengan persentase perubahan harga
d)     Penawaran tidak elastis
Penawaran disebut inelastis apabila koefisien elastisitasnya lebih kecil dari satu (Es < 1). Artinya,persentasi perubahan jumlah barang yang ditawarkan lebih kecil daripada persentase perubahan harga
e)      Penawaran elastis
Penawaran disebut elastis apabila koefisien elastisitasnya lebih besar dari satu (Es > 1). Artinya,persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan lebih besar daripada persentase perubahan harga.
Faktor Penentu Elastisitas Penawaran
a)Sifat perubahan biaya produksi
Penawaran yang tidak elastis, jika kenaikan penawaran (supply) dilakukan dengan biaya produksi yang sangat tinggi

b)      Jangka waktu analisis penawaran
Analisis penawaran terhadap suatu barang dalam jangka waktu yang relatif lama menjadikan penawaran terhadap barang tersebut bersifat elatis, karena perusahaan dapat melakukan perubahan baik harga, disain produk dan sebagainya.
Analisis penawaran terhadap suatu barang dalam jangka waktu yang relatif singkat menjadikan penawaran terhadap barang tersebut bersifat tidak elatis, karena perusahaan tidak mampu melakukan perubahan.


Soal 3:
Fungsi penawaran suatu barang dicerminkan oleh Qs = -200 + 7P2. Berapa elastisitas penawaran pada tingkat harga P = 10 dan P = 15 ?


Penyelesaian :
Qs = -200 +  7P2                              Es  =   dQs   .   P    =   14P   .          P
Q’s = dQ/dP = 14P                              dP       Qs                     -200 + 7P2

    Pada P = 10,
Es = 14(10)  .           10              =   140   .          10           =  2.8
                         -200 + 7(10)2                       -200 + 700
    Pada P = 15
Es = 14(15)  .           15              =   210   .          15           =  2.3
                         -200 + 7(15)2                       -200 + 1575






STUDI KASUS

Topik :
Perencanaan bisnis untuk usaha baru

Latara Belakang :
David R. Robinson ialah seorang mahasiswa jurusan akuntansi lulusan sekolah bisnis yang merencanakan untuk memulai bisnis pelayanan konsultasi bersama dengan USA Consultants (perusahaan konsultan bisnis nasional). Hal ini ia lakukan agara dapat membantu dan mendukung dirinya baik selama ataupun sesudah ia menyelesaikan pendidikannya.

Input / Masalah :
Bagaiman cara agar dapat membuat perencanaan bisnis yang paling baik bagi calon investor?

Proses / Pemecahan Masalah :
-          Melakukan konsultasi kepada orang yang telah lebih berpengalaman, dalam hal tahapan analisis, perencanaan organisasi, perencanaan strategi bisnis, sistem pelaporan, serta pengendalian keuangan sehingga dapat memperbaharui keahlian yang telah dimiliki.
-          Membuat proposal perencanaan bisnis secara baik dan tepat agar dapat menarik minat investor untuk berinvestasi.
-          Melanjutkan pendidikan dalam administrasi bisnis, sehingga berkesesuaian dengan bisnis konsultasi yang digeluti.

Ouput / Hasil :
Calon investor merasa tertarik untuk melakukan investasi dengan perusahaan tersebut.

Feedback /  Umpan balik / Saran Perbaikan :
-          Dalam penyusunan proposal perencana bisnis yang baik, harus dapat menjelaskan empat bagian penting berikut:
1. Gambaran usaha (description of the business)
2. Pemasaran (marketing plan)
3. Keuangan (financial management plan)
4. Manajemen (management plan)
Agar lebih meyakinkan, akan lebih baik bila rencana bisnis dilengkapi dengan executive summary (ringkasan eksekutif), dokumen pendukung dan proyeksi keuangan.
-          Selain itu juga, ia harus dapat menjalin hubungan baik dengan para investor, yaitu dengan mengembangkan atmosfer kepercayaan para investor melalui pemikiran yang teliti sehingga pada perencanaan-perencanaan bisnis selanjutnya dapat terus melakukan kerjasama dan dapat memperluas ruang lingkup perusahaan dalam mencari calon investor yang baru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar