Senin, 05 September 2011

MODAL, IDE DAN PELUANG DALAM BERWIRAUSAHA

MODAL, IDE DAN PELUANG DALAM BERWIRAUSAHA

Tidak semua perubahan akan membawa perbaikan, tapi tanpa perubahan
tidak akan pernah ada perbaikan. Untuk melakukan perubahan, diperlukan
keberanian


MODAL KEWIRAUSAHAAAN

A. Definisi Modal

Dalam finansial dan akunting, modal biasanya menunjuk kepada kekayaan finansial, terutama dalam penggunaan awal atau menjaga kelanjutan bisnis. Awalnya, dianggap bahwa modal lainnya, misal modal fisik, dapat dicapai dengan uang atau modal finansial.

B. Jenis-Jenis Modal Kewirausahaan

Dalam kewirausahaan, modal tidak selalu identik dengan modal yang berwujud (tangible) seperti uang dan barang, tetapi juga modal yang tidak berwujud (intagible) seperti modal intelektual, modal sosial, modal moral dan modal mental yang dilandasi agama. Secara garis besar, modal kewirausahaan dapat dibagi ke dalam empat jenis, yaitu: Modal intelektual, Modal sosial dan moral, Modal mental, Modal Material.

a.         Modal intelektual (Intellectual Capital)

Modal intelektual dapat diwujudkan dalam bentuk ide-ide sebagai modal utama yang disertai; pengetahuan (knowledge), kemampuan (capability), ketrampilan (skill), komitmen (commitment), tanggungjawab (authority)

b.         Modal sosial dan moral
Modal sosial dan moral, dapat diwujudkan dalam bentuk kejujuran dan kepercayaan, sehingga dapat terbentuk citra. Seorang wirausaha biasanya memiliki etika wirausaha seperti kejujuran, memiliki integritas, menepati janji, kesetiaan, kewajaran, suka membantu orang lain, menghormati orang lain, bertanggung jawab, mengejar keunggulan, serta seorang warga negara yang baik dan taat hukum.
c.         Modal mental

Modal mental adalah kesiapan mental berdasarkan landasan agama (spiritual). Diwujudkan dalam bentuk keberanian untuk menghadapi risiko dan tantangan yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME.




d.         Modal Material

Modal material adalah modal dalam bentuk uang atau barang. Modal ini bukan segala-gala dan bukan merupakan modal utama, karena modal material dapat terbentuk apabila kita telah memiliki jenis-jenis modal diatas

IDE DAN PELUANG KEWIRAUSAHAAN

Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide itu menciptakan nilai potensial di pasar sekaligus menjadi peluang usaha. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha), wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua resiko yang mungkin terjadi dengan cara :

  1. Mengurangi kemungkinan resiko melalui strategi yang proaktif
  2. Menyebarkan resiko pada aspek yang paling mungkin
  3. Mengelola resiko yang mendatangkan nilai atau manfaat

Ada tiga resiko yang dapat dievaluasi, yaitu :
  1. Resiko pasar atau persaingan
  2. Resiko financial
  3. Resiko teknik

Kreativitas sering kali muncul dalam bentuk ide untuk menghasilkan barang dan jasa baru. Ide bukanlah peluang dan tidak akan muncul bila wirausaha tidak mengadakan evaluasi dan pengamatan secara terus menerus. Bagaimana ide bisa menjadi peluang? Jawaban atas pertanyaan ini, diantaranya :

1.      Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/ metode yang lebih baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya.
2.      Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru
3.      Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi pekerjaan yang dilakukan atau cara melakukan suatu pekerjaan










Sumber Peluang Potensial
Agar ide-ide potensial menjadi peluang bisnis yang riil, maka wirausaha harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus. Proses penjaringan ide atau disebut screening merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk dan jasa riil. Adapun langkah dalam penjaringan ide dapat dilakukan sebagai berikut ;
  1. Menciptakan produk baru dan berbeda
  2. Mengamati pintu peluang
  3. Analisis produk dan proses produksi secara mendalam
  4. Menaksir biaya awal
  5. Memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi

Orientasi Eksternal dan Internal
Keingintahuan dan minat pada apa yang terjadi di dunia merangsang orientasi eksternal. Orientasi internal merangsang penggunaan sumber daya - sumber daya pribadi untuk mengidentifikasi peluang venture baru. Orientasi Eksternal didapat dari :
  1. Konsumen
  2. Perusahaan yang sudah ada
  3. Saluran distribuís
  4. Pemerintah
  5. Penelitian dan Pengembangan

Orientasi Internal didapat dari :
Tiga Tahap penggunaan sumber daya – sumber daya internal yaitu :
  1. Analisa konsep hingga bisa terdefinisi dengan jelas, termasuk penguraian masalah yang perlu dipecahkan
  2. Penggunaan daya ingat untuk menemukan kesamaan dan unsur-unsur yang nampaknya berhubungan dengan konsep dan masalahmasalahnya
  3. Rekombinasi unsur-unsur tersebut dengan cara baru dan bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah dan membuat konsep dasar bisa dipraktekkan

Proses inovasi :
  1. Wirausahawan melihat adanya kebutuhan
  2. Mengumpulkan data dan mendefinisikan konsep-konsep
  3. Menguraikan masalah-masalah
  4. Menggunakan daya ingat untuk mencari kesamaan
  5. Menemukan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
  6. Melihat bagaimana menggabungkan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
  7. Mencari pemecahan sementara
  8. Meneliti pemecahan dengan hati-hati
  9. Bergerak terus jika semuanya baik
  10. Mencapai keberhasilan




Sumber Gagasan Bagi Produk dan Jasa Baru :
ü       Kebutuhan akan sumber penemuan
ü       Membuat inovasi baru
ü       Sesuai keahlian
ü       Hobi atau kesenangan pribadi
ü       Menyesuaikan dengan kebutuhan sekitar
ü       Memanfaatkan koneksi dan relasi
ü       Mengamati kecenderungan-kecenderungan
ü       Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
ü       Mengapa tidak terdapat ?
ü       Kegunaan lain dari barang-barang biasa
ü       Pemanfaat produk dari perusahaan lain
ü       Usaha Warisan
ü       Ikut-ikutan
ü       Coba-coba


Contoh dalam kehidupan sehari-hari

ü  Hasil analisa potensi pengembangan usaha.
Contoh : Tumbuhnya industri ponsel mendorong banyaknya toko ponsel, aksesoris ponsel, kios voucher isi ulang, download ringtone dan sebagainya.

ü  Contoh Inovatif :
Contoh : Seorang wirausaha bergerak dalam bidang jasa boga yang ingin sukses selalu berusaha berinovatif dalam hal bentuk, rasa, kemasan, atau bahan baku yang dipakai, dan lain-lain.
ü  Invensi (penemuan) merupakan penemuan produk atau jasa yang merupakan proses yang benar-benar baru.
Contoh : Penemuan pesawat terbang oleh Wright bersaudara, penemuan pesawat telepon oleh Alexander Graham Bell, lampu pijak oleh T.A. Edison.

ü  Ekstensi (pengembangan) merupakan pemanfaatan baru atau penerapan lain pada produk, jasa, atau proses yang ada.
Contoh : Pengusaha restoran MC. Donald’s yaitu Raynoc.

ü  Duplikasi (penggandaan) merupakan replikasi kreatif atas konsep yang telah ada.
Contoh : Walmart (Departement Store).






ü  Melatih kreativitas melalui kegiatan agar lebih jelas di bawah ini diberkan contoh melatih kreativitas seseorang :
Contoh:
1.            Seseorang membuat kejutan dengan membuat kue dengan resep baru sebagai hasil eksperimennya.
2.            Seseorang dari jurusan tata kecantikan mencoba untuk membuat baki lamaran dengan hiasan yang baru dan model yang bermacam-macam.
3.            Seseorang menyusun batang korek/stick es cream untuk dibuat menjadi gedung, mobil, lampion, motor dan lain-lain.
4.            Seseorang membuat keset dari kain perca.


Contoh Soal dan Jawab

Contoh soal 1:
Apa yang dimaksud dengan kewirausahaan?

Jawab:
Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses.

Contoh soal 2:
Mengapa seorang wirausahawan perlu melakukan kreativitas?

Jawab:
Seseorang wirausahawan perlu melakukan kreativitas karena :
a.               Keberhasilan dalam persaingan bisa diperoleh dengan mengembangkan daya kreatif.
b.               Kreatifitas merupakan sumber yang berharga dan harus dipelihara serta jangan disia-siakan.
c.               Tantangan baru selalu muncul dan harus dihadapi dengan kreativitas baru.
d.              Kreativitas adalah gagasan yang tidak diramalkan datang dan perginya serta memiliki keunikan yang tinggi.






Contoh soal 3:
Apakah ciri seseorang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan?
Jawab:
Ciri-ciri orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan adalah :
  1. Penuh percaya diri, indikatornya adalah penuh keyakinan, optimis, berkomitmen, disiplin, dan bertanggung jawab.
  2. Memiliki inisiatif, indikatornya adalah penuh energi, cekatan dalam bertindak, dan aktif.
  3. Memiliki motif berpretasi, indikatornya terdiri atas orientasi pada hasil dan wawasan ke depan.
  4. Memiliki jiwa kepemimpinan, indikatornya adalah berani tampil beda, dapat dipercaya dan tangguh dalam bertindak.
  5. Berani mengambil risiko dengan penuh perhitungan.


Kasus I

Steve’s Tees

Latar Belakang

            Steve tinggal di sebuah kota yang bernama Dahlonega, Atlanta. Dahlonega adalah sebuah tempat hiburan favorite bagi para pejalan kaki dan orang yang suka berkemah. Dahlonega dekat dengan Nort Georgia College dan State University. Keluarga Steve mendapat warisan rumah dan tanah yang belum dikembangkan. Tempat itu terletak di sepanjang jalan utama di Dahlonega dan berbatasan dengan kampus universitas di daerah tersebut.
Atlanta pada musim panas tahun itu akan menyelenggarakan olimpiade. Olimpiade itu akan mengundang banyak orang dari segala penjuru dan memberikan kesempatan yang baik untuk memulai suatu bisnis.
            Steve adalah orang yang cerdas, dengan pendidikan ahli fisika lulusan University of South Caroline. Ketika dia lulus, Steve mendapat posisi manajer pelatihan pada bank regional yang besar. Steve berhubungan baik dengan para konsumen bank, sangat disukai oleh karyawan lain dan menunjukan kemampuan untuk mengelola secara efektif pekerjaan yang beraneka ragam secara bersamaan.

Masalah

            Steve merasa bosan dengan pekerjaanya setelah tiga tahun dia geluti. Steve menyadari bahwa dia memecahkan masalah yang sama dari waktu ke waktu hanya nama dan wajah yang berbeda. Dia bekerja dari pukul 07.45 sampai pukul 18.00 setiap harinya. Terlebih jika ada suatu proyek dia harus bekerja lebih.

Pemecahan Masalah

            Steve mengundurkan diri dari pekerjaan. Kemudian memulai suatu bisnis yang diberi nama Steve’s Tees bergerak di bidang penjualan kaos dengan disain unik. Segera dia memanfaatkan tanah warisan keluarga untuk memulai bisnis. Tanah tersebut meliputi sekitar 100 kaki bagian tanah yang menghadap ke jalan utama yang berjarak dua blok dari kampus.
            Dengan latar belakang yang baik, Steve mendapatkan penyalur kaos unik dengan kualitas baik untuk toko tersebut. Penyalur ini lebih fleksibel untuk memberikan kredit dan bersedia menyalurkan kaos dalam kuantitas kecil serta berbagai ukuran kepada Steve.

Hasil yang Dicapai

            Seminggu sebelum dibuka, Steve memasang beberapa iklan di surat kabar mahasiswa dan petunjuk belanja mingguan.  Seminggu setelah dibuka, Steve’s Tees mendapatkan enam konsumen yang membeli dua kaos saja. Minggu kedua pun sama seperti minggu pertama yaitu tidak terlalu banyak pembeli. Steve sangat terkejut karena biaya untuk iklan dan pegawai cukup menguras tabungan. Langkah yang diambil Steve adalah dia meminta para pelanggan yang datang untuk mengatakan mengenai toko dan membawa teman-teman mereka ke toko tersebut.
            Bulan berikutnya, pelanggan Steve mulai bertambah namun volumenya tidak menutup biaya gaji pegawai dan fasilitas toko. Steve tidak yakin bahwa toko tersebut akan melewati musim panas dan mengambil keuntungan pada olimpiade di tahun itu. Sehingga Steve tidak memasok persediaan sejak toko dibuka. Steve menyadari bahwa dia memerlukan lebih banyak konsumen dan penjualan jika ingin bisnis tersebut dapat bertahan.
            Dalam usahanya untuk memperoleh keuntungan lebih, Steve memutuskan untuk menurunkan harga jual kaos sebesar 25%. Dia juga membuat spanduk penjualan yang besar dan dibentangkan di depan tanda pengenal toko.

Saran Perbaikan

Ø  Steve juga harus membuat iklan pada surat kabar terkemuka di kota sehingga penduduk secara keselurahan mengetahui keberadaan Steve’s Tees.
Ø  Steve juga harus membuat iklan menggunakan perangkat digital dan memanfaatkan dunia maya agar Steve’s Tees dapat menyentuh seluruh kalangan.
Ø  Steve harus sabar karena usaha tersebut menjanjikan dan ketika olimpiade berlangsung maka Steve’s Tees akan kebanjiran konsumen.
Ø  Steve harus meyakinkan diri sendiri bahwa bisnis tersebut akan bertahan dan dapat memberikan keuntungan yang besar.
Ø  Steve harus melakukan evaluasi setiap harinya untuk perbaikan dan meminta masukan dari pelanggan agar Steve’s Tees dapat dikunjungi banyak konsumen.




Sumber Pustaka

Ø  Lupiyoadi, Rambat. 2007, Entrepreneurship: From mindset to strategy, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Ø  Mas’ud dan Mahmud Machfoedz, 2004, UPP AMP YKPN, Yogyakarta.
Ø  Suryana, 2006, Kewirausahaan dalam Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses, Salemba Empat. Jakarta.
Ø  Winardi, 2003, Entrepreneur & Entrepreneurship, Kencana, Jakarta.
Ø  Wiratmo, Masykur.1994, Kewirausahaan: Seri diktat kuliah, Gunadarma, Jakarta.

1 komentar:

  1. kak izin copy materinya untuk tugas makalah kewirausahaan?

    BalasHapus