Senin, 05 September 2011

FUNGSI BIAYA DAN PENERIMAAN

1.         Fungsi Biaya
Biaya atau ongkos pengertian secara ekonomis merupakan beban yang harus dibayar produsen untuk menghasilkan barang dan jasa  sampai barang tersebut siap untuk dikonsumsi . Biaya merupakan fungsi dari jumlah produksi, dengan keluaran, notasi C = f(Q).
C = biaya total
Q = jumlah produksi.
Fungsi biaya merupakan hubungan antara biaya dengan jumlah produksi yang dihasilkan, fungsi biaya dapat digambarkan ke dalam kurva dan kurva biaya menggambarkan titik-titik kemungkinan bsarnya biaya di berbagai tingkat produksi. Selain Pengertian biaya tetap, biaya variable dan biaya total, dalam konsep biaya dikenal pula pengertian biaya rata-rata (average cost) dan biaya marginal (marginal cost). Biaya rata-rata adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan tiap unit produk atau keluaran , merupakan hasilbagi biaya total terhadap jumlah keluaran yang dihasilkan. Adapun biaya marginal ialah biaya tambahan yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit tambahan produk.




Dalam membicarakan biaya ada beberapa macam biaya, yaitu:
a. Biaya Total ( Total Cost = TC = C)
Biaya total yaitu keseluruhan biaya produksi yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu baik yang bersifat tetap maupun variabel.
TC = TFC + TVC

b. Biaya Variabel (Variable Cost = VC)
Biaya variabel (Zulkifli; 2003, 34) adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan, namun biaya per unitnya tetap. Artinya, jika volume kegiatan diperbesar 2 (dua) kali lipat,maka total biaya juga menjadi 2 (dua) kali lipat dari jumlah semula.
Biaya variabel yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh faktor produksi yang bersifat variabel. Misalnya biaya tenaga kerja, pembelian bahan baku, bahan penolong dll

c. Biaya Tetap (Fixed Cost = FC)
Biaya tetap (Zulkifli; 2003, 34) adalah biaya yang jumlahnya sampai tingkat kegiatan tertentu relatif tetap dan tidak terpengaruh oleh perubahan volume kegiatan. Biaya tetap yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor produksi yang bersifat tetap. Contoh: pembelian mesin, bangunan dll
 
d. Biaya Total Rata-Rata (Average Total Cost = AC)
Biaya total rata-rata yaitu biaya diproduksi yang diperhitungkan untuk setiap unit output.

Average Total cost (ATC) = AVC + AF
e. Biaya Variabel Rata Rata ( Average Variable Cost = AVC)
Biaya variable rata-rata yaitu biaya variabel yang dibebankan kepada kepada setiap unit output.
AVC = TVC / Q
f. Biaya Tetap Rata-Rata (Average Fixed Cost = AFC)
Biaya tetap rata-rata yaitu biaya tetap yang dibebankan kepada satu unit output
Average Fixed cost (AFC) = TFC / Q
g. Biaya Marginal
Biaya marginal per unit output (MC) adalah perubahan biaya total yang  berkaitan dengan perubahan satu unit dari input.
Rumus :
1. C = AC x Q  atau C = FC + VC
2. FC = AFC X Q
3. VC = AVC  X Q
Fungsi Biaya umumnya bisa linier atau kuadrat. Akan linier bila tidak ada efisiensi dalam produksi, dan berbentuk kuadrat bila ada kecenderungan terjadinya efisiensi dalam skala produksi.
Contoh :
TC = 1000 + 5Q  Linier
TC = 5Q2 – 100Q + 1000 Kuadrat (pada jumlah produksi tertentu biaya akan minimum)  
2.         Fungsi Penerimaan
Penerimaan hasil penjualan merupakan  fungsi dari jumlah barang yang terjual. Penerimaan total ( total revenue ) adalah hasil kali jumlah barang yang terjual dengan harga jual perunit.
Penerimaan umumnya bersifat linier, karena tidak ada alasan mengapa penerimaan menurun bila produksi meningkat, kecuali bila harga jual menurun karena produksi meningkat (teori penawaran).
Bentuk fungsi penerimaan total (total revenue, R) yang non- linier pada umumnya berupa sebuah persamaan parabola terbuka kebawah. Ini merupakan bentuk fungsi penerimaaanyang lazim dihadapi oleh seorang produsen yang beroperasi di pasar monopoli. Sedangkan fungsi penerimaan total yang linier, merupakan fungsi penerimaan yang dihadapi oleh seorang produsen yang beroperasi di pasar persaingan sempurna.
            Penerimaan total merupakan fungsi dari jumlah barang, juga merupakan hasil kali jumlah barang dengan harga barang per unit. Seperti halnyadalam konsep biaya, dalam konsep penerimaan pun dikenal pengertian rata-rata dan marjinal. Penerimaan rata-rata (average revenue, AR) ialah penerimaan yang diperoleh per unit barang, merupakan hasil bagi penerimaan total terhadap jumlah barang. Penerimaan marjinal (marjinal revenue, MR) ialah penerimaan tambahan yang diperoleh dari setiap tambahan satu unit barang yang dihasilkan atau terjual.
Dalam menganalisa biaya umumnya tidak terlepas dari analisa penerimaan atau revenue atau total revenue. Pengertian revenue atau penerimaan adalah seluruh pendapatan yang diterima dari hasil penjualan barang pada tingkat harga tertentu. Secara matematik total revenue dirumuskan sebagai berikut:
           TR = PQ.     
 TR = Penerimaan Total
 P = Harga Barang
Q = Jumlah barang yang dijual.
Penerimaan Rata-rata (AR) adalah penerimaan rata-rata tiap unit produksi, dapat dirumuskan :
           AR = TR/Q
Penerimaan Marginal atau Marginal Revenue adalah tambahan penerimaan sebagai akibat dari tambahan produksi, dirumuskan
           MR = ∆TR/∆Q     atau  turunan dari TR
   MR = Marginal Revenue
 ∆TR = Tambahan penerimaan
  ∆Q = Tambahan Produksi
Berdasarkan konsep penerimaan dan biaya (TR dan TC)  dapat diketahui beberapa kemungkinan diantaranya :
TR >TC  = keadaan untung / laba
TR= TC   = keadaan  Break Even Point
TR < TC  = Keadaan rugi













Soal:
1.      Sebuah pabrik Sandal dengan Merk " Idaman" mempunyai biaya tetap (FC) = 1.000.000; biaya untuk membuat sebuah sandal Rp 500; apabila sandal tersebut dijual dengan harga Rp 1.000, maka:
Ditanya:
a. Fungsi biaya total (C), fungsi penerimaan total ( TR) dan Variable Cost.
b. Pada saat kapan pabrik sandal mencapai BEP
c. Untung atau rugikah apabila memproduksi 9.000 unit
Jawab:
a. FC = Rp 1.000.000
    VC= Rp 500.
    Fungsi biaya variabel VC = 500  Q ..................................................(1)
    Fungsi biaya total C = FC + VC     -----> C = 1.000.000 + 500 Q ...(2)
    Fungsi penerimaan total  TR = P.Q -----> TR = 1.000 Q .................(3)
b. Break Even Point terjadi pada saat TR = TC
    1.000 Q  = Rp 1.000.000 + 500 Q
    1.000 Q - 500 Q = 1.000.000
     500 Q = 1.000.000
     Q = 2.000 unit
    Pabrik roti akan  mengalami BEP pada saat Q = 2.000 unit
    Pada biaya total  C = 1.000.000 + 500 ( 2.000)
                              C = 2.000.000

c. Pada saat memproduksi Q = 9000 unit
    TR = P.Q
          = 1.000  X  9.000
          = 9.000.000

    C  = 1.000.000 + 500 (Q)
         = 1.000.000 + 500 ( 9.000)
         = 1.000.000 + 4500.000
         = 5.500.000

    Bila  TR > TC, maka keadaan laba / untung.
    laba = TR - TC
           = 9.000.00 - 5.500.000
           = 3.500.000

    Bila hanya memproduksi 1.500 unit maka akan mengalami kerugian sebesar 
    Rugi = TR - TC9
            = 1.000 (1.500)  - 1.000.000 + 500 ( 1.500)
            = 1.500.000 - 1.750.000
            = 250.000
2.         Andaikan  biaya total yang dikeluarkan perusahaan ditunjukan oleh persamaan C = 20000 + 100Q dan penerimaan totalnya R = 200 Q. Pada tingkat berapa perusahaan mengalami pulang pokok ? apa yang terjadi jika perusahaan memproduksi 150 unit ?
Jawab ;
C  =  20.000 + 100Q                                 Jika  Q  =  150
R  =  200Q                                                C  =  20000 +  100Q
R  =  C                                                      C  =  20000  + 100 ( 150 )
300Q  =  20000 + 100Q                                          C  =  20000  +  15000
200Q  =  20000                                                        C  =  35000
      Q  =  100                                                                      R  =  200Q
                                                                                                       R  =  30000
( Perusahaan mengalami kerugian karena R < C )
3.         Ada banyak perusahaan besar dalam suatu industry, masing-masing dengan fungsi Biaya Total (TC) : TC = 36 +8q + q2 Hitung biaya marginal (MC), biaya rata-rata (AC), dan biaya variable rata-rata (AVC) untuk tiap perusahaan ?
Jawab:
MC = dTC/dq = 8 +2q
AC= TC/q = (36/q) +8+q
AVC = TVC/q = 8+q











STUDI KASUS
TOPIK:  SILVER ZEPHYR RESTAURANT
LATAR BELAKANG
      Magnificent Seven adalah kelompok yang terdiri dari Alan Anderson,C.P.A, Bill Barnes, M.D, Carl Cochran,M.D., don Davis, presiden Davis Petroleum Distributors,Inc., Eilene Ellis, salah satu pemilik Colector’ gift dan Antique Shoppe,Inc., Farrah F Fiscger, seniwati dan janda mantan presiden Northern Saving dan Loan Association, dan Gino ginelli, rekanan pelaksana dari Wichita Falls Vending and Catering Company. Mereka berniat untuk medirikan restoran di Wichita, Texas.
INPUT / MASALAH
Bagaimana memilih bentuk hukum untuk kelompok yang ingin memulai usaha ?
PROSES / Pemecahan Masalah
            Mereka memilih Linda McGranth yang berprofesi sebagai pengacara untuk membantu mereka dalam memulai usaha tersebut.
Bentuk hukum yang mereka pilih harus cukup fleksibel untuk mengikut sertakan tujuh orang. Posisi tiap orang dalam kelompok ini dibutuhkan kompromi yang baik untuk memastikan permulaan usaha ini.
Gino Ginelli yang dipilih semua untuk memiliki hak mayoritas baik, namun ketika nanti Gino G bermaksud untuk keluar dari usaha ini , maka harus ada kepastian manajemen selanjutnya dan anggota kelompok yang lain juga haknya pun harus terlindungi.
Untuk memilih bentuk hukum organisasi yang paling diinginkan untuk restoran :
           Tanggung jawab mereka sebagai investor
           Kelangsungan manajemen
           Kemampuan pasar atau perpindahan hak
           Kemampuan untuk mengamankan modal ekuitas tambahan
           Kapitalisasi awal dan return on investment
           Perpajakan
OUTPUT/ HASIL
      Ada beberapa alternatif bentuk hukum untuk kelompok ini:
1.         Gino Ginelli yang memegang saham 50% sampai 52% dan sisanya dibagi dengan para investor lain.
2.         Dengan presentasi kepemilikan sama dengan diatas, maka akan berbentuk korporasi S
3.         Berbentuk persekutuan terbatas, dengan Gino Ginelli sebagai rekanan umum dan anggota lain memilih status terbatas atau umum.
4.         Mendirikan perusahaan peseroan terbatas, yang akan membolehkan sebagian dari anggota untuk berpartisipasi dalam manajemen perusahaan dan tetap memiliki tanggung jawab dan perlakuan pajak yang menguntungkan.
5.         Melibatkan dua atau lebih entitas hukum.
FEEDBACK / UMPAN BALIK / SARAN PERBAIKAN
Sebaiknya usaha restoran, sebuah bisnis perabotan dan sebuah jenis pekerjaan ini dengan pegudangan, armada truk, dan perusahaan pelaksana yang ingin digabung manajemennya, lebih baik dipisahkan sesuai jenis usahanya , hal ini untuk memfokuskan beberapa kemampuan tiap anggota kelompok.














DAFTAR PUSTAKA
Dumairy.2000.Matematika untuk terapan bisnis dan ekonomi. Yogyakarta : BPFE
http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:d2WtSbqVlzIJ:aisriska.files.wordpress.com/2007/02/fungsi.doc+fungsi+biaya&hl=id&gl=id
http://cahyosman4lahat.blogspot.com/2011/02/fungsi-biaya-dan-penerimaan.html
http://images.twnugroho.multiply.multiplycontent.com

1 komentar: