Senin, 05 September 2011

ETIKA BERWIRAUSAHA

ETIKA WIRAUSAHA

A.    Etika dan Norma-Norma Bisnis
Etika bisnis merupakan salah satu aspek yang sangat penting dan perlu menjadi perhatian para wirausaha. Karena selain dapat menjamin kepercayaan dan loyalitas dari semua unsur yang berpengaruh pada perusahaan (stakeholder loyality), etika bisnis ini juga berperan dalam memajukan suatu perusahaan.
Secara bahasa, Etika (berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu "ethikos", yang berarti "timbul dari kebiasaan") adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.  Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku atau cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis yang dilakukan oleh pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat.
Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Selain itu, etika bisnis juga sangat penting untuk mempertahankan loyalitas pemilik kepentingan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan perusahaan, karena semua keputusan perusahaan sangat memengaruhi dan dipengaruhi oleh stakeholders. Stakeholders adalah semua individu atau kelompok yang berkepentingan dan berpengaruh terhadap keputusan perusahaan yang dukungannya diperlukan demi kesejahteraan dan kelangsungan hidup organisasi. Stakeholder terdiri atas dua jenis, yaitu:
1. Internal stakeholders, meliputi : para investor, karyawan, manajemen dan pimpinan perusahaan.
2.  Eksternal stakeholders, yaitu : pelanggan, asosiasi dagang, kreditor, pemasok, pemerintah, masyarakat umum dan kelompok khusus yang berkepentingan terhadap perusahaan.
Zimmerer mengelompokkan stakeholder yang mempengaruhi keputusan bisnis perusahaan sebagai berikut :
1. Para Pengusaha dan Mitra Usaha
Merupakan pesaing, tetapi para pengusaha juga merupakan mitra. Sebagai mitra, para pengusaha merupakan relasi usaha yang dapat bekerja sama dalam menyediakan informasi atau sumber peluang, misalnya akses pasar, bahan baku, dan sumber daya lain. Mitra usaha dapat berperan sebagai pemasok, produsen, dan pemasar. Secara bersama-sama menentukan harga jual atau harga beli, daerah pemasaran, dan standar barang serta jasa. Loyalitas mitra usaha akan sangat bergantung pada kepuasan yang mereka terima (bagian dari kepuasan pemilik kepentingan) perusahaan.

2. Petani dan Perusahaan Pemasok Bahan Baku
Petani dan perusahaan berperan dalam menyediakan bahan baku. Pasokan bahan baku yang kurang bermutu dan lambat dapat memengaruhi kinerja perusahaan. Petani dan perusahaan pemasok bahan baku merupakan faktor yang langsung mempengaruhi keputusan bisnis. Keputusan dalam menentukan kualitas barang dan jasa sangat bergantung pada pemasok bahan baku. 

3. Organisasi Pekerja yang Mewakili Pekerja
Organisasi atau serikat pekerja dapat mempengaruhi keputusan melalui proses tawar-menawar secara kolektif. Tawar-menawar tingkat upah, jaminan sosial, kesehatan, kompensasi, dan jaminan hari tua sangat berpengaruh langsung terhadap pengambilan keputusan. Perusahaan yang tidak melibatkan organisasi pekerja dalam mengambil keputusan sering menimbulkan protes-protes yang mengganggu jalannya perusahaan. Sebagai contoh, unjuk rasa buruh yang terjadi di Indonesia sekarang ini adalah sebagai akibat ketidakpuasan para buruh terhadap keputusan sepihak yang diambil perusahaan. Para buruh kurang dilibatkan dalam pengambilan keputusan perusahaan. Ketidakloyalan para pekerja dan protes buruh adalah akibat dari ketidakpuasan mereka terhadap keputusan yang diambil perusahaan. Ketidakloyalan yang paling tragis adalah ketika perusahaan sedang mengalami penurunan keuntungan akibat krisis ekonomi, tetapi para pekerja justru menuntut kenaikan upah dan jaminan kerja yang lebih tinggi. Tuntutan ini sebagai akibat dari kurangnya kepuasan para pekerja dalam hal upah dan jaminan kerja yang tetap rendah saat perusahaan mendapatkan keuntungan yang tinggi.

4. Pemerintah yang Mengatur Kelancaran Aktivitas Usaha 
Pemerintah dapat mengatur kelancaran aktivitas usaha melalui serangkaian kebijaksanaan yang dibuat. Peraturan dan perundang-undangan pemerintah sangat berpengaruh terhadap iklim usaha. Undang-undang monopoli, hak paten, hak cipta, dan peraturan yang melindungi dan mengatur jalannya usaha sangat besar pengaruhnya terhadap dunia usaha. Misal, pemberian hak monopoli dan pembebasan pajak (tax holiday) oleh pemerintah terhadap perusahaan mobil "Timor" sebagai produk mobil nasional menjadikan produk perusahaan tersebut menguasai pasaran tahun 1990 sampai dengan 1999. Akan tetapi, ketika pemberian hak monopoli dan pembebasan bea masuk dari pemerintah dikurangi, maka harga mobil Timor naik, sehingga mengakibatkan pangsa pasar turun.

5. Bank Penyandang Dana Perusahaan
Bank selain berfungsi sebagai jantung perekonomian secara makro, juga berfungsi sebagai lembaga yang dapat menyediakan dana perusahaan. Neraca-neraca perbankan yang kurang likuid dapat mempengaruhi neraca-neraca perusahaan yang tidak likuid. Sebaliknya, neraca-neraca perusahaan yang kurang likuid dapat mempengaruhi keputusan bank dalam menyediakan dana bagi perusahaan. Bunga kredit bank dan persyaratan yang dibuat bank penyandang dana sangat besar pengaruhnya terhadap keputusan yang diambil dalam bisnis. Sebagai contoh, krisis perbankan yang terjadi di Indonesia mengakibatkan krisis neraca perusahaan, baik perusahaan skala kecil, menengah, maupun besar.

6. Investor Penanam Modal
Investor penyandang dana dapat mempengaruhi perusahaan melalui serangkaian persyaratan yang diajukan. Persyaratan tersebut akan mengikat dan sangat besar pengaruhnya dalam pengambilan keputusan. Misal, investor hanya bersedia menanam modal di Indonesia apabila modal yang diinvestasikan menjamin pengembalian investasi yang besar. Untuk itu, para investor sering kali menerapkan persyaratan manajemen mereka, misal standar tenaga kerja, bahan baku, produk, dan aturan lain. Jadi, loyalitas investor sangat bergantung pada tingkat kepuasan mereka atas hasil modal yang ditanamkan.

7. Masyarakat Umum yang Dilayani
Masyarakat umum yang dilayani dapat mempengaruhi keputusan bisnis, akan menanggapi dan memberikan informasi tentang bisnis, juga merupakan konsumen yang akan menentukan keputusan-keputusan perusahaan, baik dalam menentukan produk barang dan jasa yang dihasilkan maupun teknik produksi yang digunakan. Tanggapan terhadap operasi perusahaan, kualitas, harga, dan jumlah barang serta pelayanan perusahaan mempengaruhi keputusan-keputusan perusahaan. Harga dan kualitas barang serta pelayanan perusahaan kepada masyarakat yang kurang memuaskan akan menciptakan citra perusahaan yang kurang baik. Berarti loyalitas masyarakat (sebagai bagian dari pemilik kepentingan) terhadap perusahaan menjadi rendah sebagai akibat rendahnya kepuasan yang mereka terima dari perusahaan.

8. Pelanggan yang Membeli Produk
Pelanggan yang membeli produk secara langsung dapat mempengaruhi keputusan bisnis. Barang dan jasa yang akan dihasilkan, jumlah, dan teknologi yang diperlukan sangat ditentukan oleh pelanggan dan mempengaruhi keputusan-keputusan bisnis.

Selain kelompok tersebut diatas beberapa kelompok lain yang berperan dalam perusahaan adalah para stakeholder kunci seperti manajer, direktur dan kelompok khusus. Semua kelompok stakeholder oleh Zimmerer digambarkan sebagai berikut :
















Loyalitas stakeholder sangat tergantung pada kepuasan yang mereka peroleh, Menurut Ronald J. Ebert, jika sesorang menyenangi pekerjaannya maka ia akan merasa puas dan bila merasa puas maka akan memiliki sikap yang sempurna, loyal, komitmen dan kerja keras yang berarti memiliki moral yang tinggi. Mathieu Paquerot dalam makalahnya “stakholders loyalty” mengemukakan kepuasan stakeholders (stakeholder satisfaction) akan mendorong loyalitas mereka (stakeholder loyalty) terhadap perusahaan.
Menurut Zimmerer etika bisnis merupakan masalah yang sangat sensitive dan komplek karena membangun etika untuk mempertahankan reputasi (goodwill) perusahaan lebih sukar daripada menghancurkannya. Selain etika dan perilaku, yang tak kalah pentingnya dalam bisnis adalah norma etika. Menurut Zimmerer terdapat tiga tingkatan norma etika, yaitu :
1. Hukum, yang berlaku bagi masyarakat secara umum dan hukum hanya mengatur standar perilaku minimum.
2.  Kebijakan dan prosedur organisasi yang memberikan arahan khusus bagi setiap anggota organisasi untuk mengambil keputusan.
3. Moral sikap mental individual yang biasanya berasal dari keluarga, agama dan sekolah dan sebagian lagi yang menentukan etika perilaku adalah pendidikan, pelatihan dan pengalaman.

B. Prinsip-Prinsip Etika dan Perilaku Bisnis
Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya.
Untuk mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha, pemerintah, masyarakat maupun bangsa lain agar jangan hanya satu pihak saja yang menjalankan etika sementara pihak lain berpijak kepada apa yang mereka inginkan. Artinya kalau ada pihak terkait yang tidak mengetahui dan menyetujui adanya etika moral dan etika, jelas apa yang disepakati oleh kalangan bisnis tadi tidak akan pernah bisa diwujudkan. Jadi, jelas untuk menghasilkan suatu etika didalam berbisnis yang menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dan pihak lain tidak perlu pembicaraan yang bersifat global yang mengarah kepada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam perekonomian.



Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah
1. Pengendalian diri
Artinya, pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan dengan jalan main curang dan menakan pihak lain dan menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis, tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika bisnis yang "etis".
2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk "uang" dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya.
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi.
4. Menciptakan persaingan yang sehat
Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya, harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah bawah sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Untuk itu dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut.


5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan"
Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-"ekspoitasi" lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar.
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
Artinya, kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi, jangan menggunakan "katabelece" dari "koneksi" serta melakukan "kongkalikong" dengan data yang salah. Juga jangan memaksa diri untuk mengadakan “kolusi" serta memberikan "komisi" kepada pihak yang terkait.
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah
Untuk menciptakan kondisi bisnis yang "kondusif" harus ada saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah agar pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat, saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis.
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati, sementara ada "oknum", baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan "kecurangan" demi kepentingan pribadi, jelas semua konsep etika bisnis itu akan "gugur" satu semi satu.
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
Jika etika ini telah memiliki oleh semua pihak, jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis.
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan
Hal ini untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut, seperti "proteksi" terhadap pengusaha lemah.

Terdapat sepuluh prinsip etika yang mengarahklan perilaku :
1.      Kejujuran, yaitu penuh kepercayaan, bersifat jujur, sungguh-sungguh, terus-terang, tidak curang, tidak mencuri, tidak menggelapkan, dan tidak berbohong.
2.      lntegritas, yaitu memegang prinsip, melakukan kegiatan yang terhormat, tulus hati, berani dan penuh pendirian/keyakinan, tidak bermuka dua, tidak berbuat jahat, dan dapat dipercaya.
3.      Memelihara janji, yaitu selalu mentaati janji, patut dipercaya, penuh komitmen, patuh, tidak menginterprestasikan persetujuan dalam bentuk teknikal atau legalistik dengan dalih ketidakrelaan.
4.      Kesetiaan, yaitu hormat dan loyal kepada keluarga, teman, karyawan, dan negara, tidak menggunakan atau memperlihatkan informasi rahasia, begitu juga dalam suatu konteks profesional, menjaga/melindungi kemampuan untuk membuat keputusan profesional yang bebas dan teliti, dan menghindari hal yang tidak pantas serta konflik kepentingan.
5.      Kewajaran/keadilan, yaitu berlaku adil dan berbudi luhur, bersedia mengakui kesalahan, memperlihatkan komitmen keadilan, persamaan perlakuan individual dan toleran terhadap perbedaan, serta tidak bertindak melampaui batas atau mengambil keuntungan yang tidak pantas dari kesalahan atau kemalangan orang lain.
6.      Suka membantu orang lain, yaitu saling membantu, berbaik hati, belas kasihan, tolong-menolong, kebersamaan, dan menghindari segala sesuatu yang membahayakan orang lain.
7.       Hormat kepada orang lain, yaitu menghormati martabat orang lain, kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri bagi semua orang, bersopan santun, tidak merendahkan dan mempermalukan martabat orang lain.
8.       Warga negara yang bertanggung jawab, yaitu selalu mentaati hukum/aturan, penuh kesadaran sosial, dan menghormati proses demokrasi dalam mengambil keputusan.
9.       Mengejar keunggulan, yaitu mengejar keunggulan dalam segala hal, baik dalam pertemuan personal maupun pertanggungjawaban profesional, tekun, dapat dipercaya/diandalkan, rajin penuh komitmen, melakukan semua tugas dengan kemampuan terbaik, dan mengembangkan serta mempertahankan tingkat kompetensi yang tinggi.
10.   Dapat dipertanggungjawabkan, yaitu memiliki dan menerima tanggung jawab atas keputusan dan konsekuensi serta selalu memberi contoh

C. Cara-Cara Mempertahankan Standar Etika
Cara-cara mempertahankan standar etika meliputi :
1.      Ciptakan kepercayaan terhadap perusahaan. Kepercayaan perusahaan dalam menetapkan nilai-nilai perusahaan yang mendasari tanggung jawab etika bisnis bagi pemilik kepentingan.
2.      Kembangkan kode etik. Kode etik merupakan suatu catatan tentang standar tingkah laku dan prinsip-prinsip etika yang diharapkan perusahaan dari karyawan.
3.      Jalankan kode etik secara adil dan konsisten. Manajer harus mengambil tindakan apabila mereka melanggar etika. Bila karyawan mengetahui bahwa yang melanggar etika tidak dihukum, maka kode etik menjadi tidak berarti apa-apa.
4.      Lindungi hak perorangan. Akhir dari semua keputusan setiap etika sangat bergantung pada individu. Melindungi seseorang dengan kekuatan prinsip moral dan nilainya merupakan jaminan terbaik untuk menghindari penyimpangan etika.
5.      Adakan pelatihan etika. Workshop merupakan alai untuk meningkatkan kesadaran para karyawan.
6.      Lakukan audit etika secara periodic. Audit merupakan cars terbaik untuk mengevaluasi efektivitas sistem etika. Hasil evaluasi tersebut akan memberikan suatu sinyal kepada karyawan bahwa etika bukan sekadar gurauan.
7.      Pertahankan standar yang tinggi untuk perilaku dan jangan hanya aturan. Tidak ada seorang pun yang dapat mengatur norma dan etika, tetapi manajer bisa saja membolehkan orang untuk mengetahui tingkat penampilan yang mereka harapkan. Standar tingkah laku sangat penting untuk menekankan betapa pentingnya etika dalam organisasi. Setiap karyawan harus mengatahui bahwa etika tidak bisa dinegosiasi atau ditawar.
8.      Hindari contoh etika yang tercela setiap saat. Etika diawali dari atasan. Atasan harus memberi contoh dan menaruh kepercayaan kepada bawahan.
9.       Ciptakan budaya yang menekankan komunikasi dua arah. Komunikasi dua arah sangat penting, yaitu untuk menginformasikan barang dan jasa yang di hasilkan dan menerima aspirasi untuk perbaikan perusahaan.
10.  Libatkan karyawan dalam mempertahankan standar etika. Para karyawan diberi kesempatan untuk memberikan umpan balik tentang bagaimana standar etika dipertahankan.

D. Tanggung Jawab Perusahaan
Tanggung jawab social : suatu pengakuan dari perusahaan bahwa keputusan bisnis dapat mempengaruhi masyarakat. Walaupun keputusan bisnis yang dibuat adalah untuk meningkatkan nilai perusahaan, namun keputusan haruslah tidak merusak etika dan tanggung jawab sosial. Tangung jawab sosial perusahaan terutama ditujukan kepada:
1. Pelanggan ; ciptakan kode etik, pantaulah semua keluhan dan feedback terhadap pelanggan.
2. Karyawan ; rasa aman karyawan, perlakuan layak oleh karyawan lain. Menyakinkan tangggung jawab karyawan.
3. Pemegang saham, memenuhi harapan pemegang saham untuk memperoleh dividend setiap tahunnya. Untuk itu perusahaan harus dikelola dengan sebaik-baiknya agar menguntungkan dalam kegiatan operasionalnya.
4. Para kreditor, hutang harus dibayar tepat waktu dan dijamin oleh usaha dengan mematuhi aturan yang telah dibuat dalam perjanjian hutang piutang.
5. Lingkungan, usaha harus memberikan perhatian yang baik terhadap lingkungan dalam perusahaan dan lingkungan luar perusahaan. Karena operasional usaha akan berjalan lancar jika lingkungannya mendukung dan sebaliknya operasional usaha bisa terganggu jika lingkungannya tidak mendukung, misalnya banyak yang tidak suka dengan keberadaan usaha, pencurian dan lain-lain.
Sedangkan menurut Zemmerer, ada lima bentuk tanggung jawab perusahaan, yaitu :
1.      Tanggung jawab terhadap lingkungan
2.      Tanggung jawab terhadap karyawan
3.      Tanggung jawab terhadap pelanggan
4.      Tanggung jawab terhadap investor
5.      Tanggung jawab terhadap masyarakat
E. Kewirausahaan Berasaskan Kebersamaan dan Etika yang Sehat
Kebersamaan berarti bukan kita saja yang dibutuhkan oleh yang lain, melainkan karena kita membutuhkan orang lain. Kita menyadari bahwa ada diantara kita yang merasa tidak memerlukan pertolongan orang lain karena sudah berlebihan harta yang dimilikinya. Namun apa artinya harta yang berlimpah kalau kita harus hidup terasing dari lingkungan dan kesepian karena tidak ada tegur sapa dari orang lain. Demikian pula kegiatan bisnis dan industri akan berarti bila mendapat dukungan dari masyarakat dan produk tersebut dibutuhkan oleh masyarakat.
Standar nilai usaha yang dapat diterima oleh berbagai pihak perlu ditumbuh kembangkan serta disosialisasikan dalam kehidupan usaha yaitu adanya konsep : “hidup dan bekerja bersama untuk kesejahteraan bersama”, yang menekankan adanya sikap bekerjasama dan sikap persaingan yang sehat serta terbuka untuk menciptakan kesejahteraan bersama. Selain itu wirausaha juga mendasarkan pada prinsip-prinsip martabat manusia yang menghargai nilai-nilai moral masing-masing individu dan tidak menerima pengertian pemenuhan kebutuhan satu pihak ataupun sekelompok orang saja, karena hal tersebut akan bertentangan dengan nilai-nilai moral manusia.


















CONTOH SOAL

1.      Apa hubungan antara stakeholders satisfaction dan stakeholder loyality dalam etika bisnis?
Jawab:
Stakeholder satisfaction adalah kepuasan pelanggan sedangkan stakeholders loyality adalah kesetiaan pelanggan. Jadi apabila etika suatu perusahaan baik maka pelanggan pun merasa puas dengan perusahaan tersebut dengan begitu kesetiaan pelanggan terhadap perusahaan tersebut juga tinggi.

2.      Apa manfaat Kode Etik Perusahaan?
Jawab:
Manfaat Kode Etik Perusahaan :
1.      Kode Etik dapat meningkatkan kredibilitas suatu perusahaan, karena etika telah dijadikan sebagai corporate culture. Hal ini terutama penting bagi perusahaan besar yang karyawannya tidak semuanya saling mengenal satu sama lainnya. Dengan adanya kode etik, secara intern semua karyawan terikatdengan standard etis yang sama, sehingga akan mefigambil kebijakan/keputusan yang sama terhadapkasus sejenis yang timbul.
2.      Kode Etik, dapat membantu menghilangkan grey area (kawasan kelabu) dibidang etika. (penerimaan komisi, penggunaan tenaga kerja anak, kewajiban perusahaan dalam melindungi lingkungan hidup).
3.   Kode etik menjelaskan bagaimana perusahaan menilai tanggung jawab sosialnya.
4.   Kode Etik, menyediakan bagi perusahaan dan dunia bisnis pada umumnya, kemungkinan untuk mengatur diri sendiri (self regulation).

3.      Apa peranan Etika dalam bisnis?
Jawab:
Peranan Etika dalam Bisnis :
Menurut Richard De George, bila perusahaan ingin sukses/berhasil memerlukan 3 hal pokok yaitu :
1.Produk yang baik
2.Managemen yang baik
3. Memiliki Etika
Selama perusahaan memiliki produk yang berkualitas dan berguna untuk masyarakat disamping itu dikeloladengan manajemen yang tepat dibidang produksi, finansial, sumberdaya manusia dan lain-lain tetapi tidakmempunyai etika, maka kekurangan ini cepat atau lambat akan menjadi batu sandungan bagi perusahaan tsb.Bisnis merupakan suatu unsur mutlak perlu dalam masyarakat modern. Tetapi kalau merupakan fenomenasosial yang begitu hakiki, bisnis tidak dapat dilepaskan dari aturan-aturan main yang selalu harus diterimadalam pergaulan sosial, termasuk juga aturan-aturan moral.








SUMBER:
Drs. Suryana, M.Si “Kewirausahaan, Pedoman Praktis:Kiat dan Proses menuju Sukses”, Penerbit Salemba Empat














STUDI KASUS
STITCH CRAFT MEMBELI SEBUAH BISNIS BERSKALA KECIL

A.    LATAR BELAKANG
Helen dan Martha ditawari olah Peggy dan Susan, pemilik Stitch Craft untuk membeli Stitch Craft, sebuah bisnis franchise Internasional yang telah dibuka sejak setahun yang lalu. Stitch Craft dikenal secara nasional karena gaya dan kualitasnya yang dapat diterima dengan baik di kota Webster.

B.      INPUT / MASALAH
Pada saat melihat keseluruhan bisnis tersebut, Helan dan Martha diminta untuk menanggung saldo pinjaman dan hal-hal lainnya karena bisnis tersebut baru berusia satu tahun. Konsumen toko tersebut sebagian besar berasal dari masyarakat berpenghasilan tinggi di bagian barat laut kota sedangkan lokasi toko tersebut berada di dalam mal di ujung selatan kota.

C.        PROSES / PEMECAHAN MASALAH
Helen dan Martha menghubungi Stitch Craft Corporation yang telah member hak franchise pada Peggy dan Susan dan diinformasikan bahwa Helen dan Martha benar-benar dapat mengambil alih sembilah tahun dari perjanjian franchise yang tersisa. Helen dan Martha akan menanggung saldo pinjaman dan hal-hal lainnya hingga lunas dan setelah lunas Helen dan Martha merencanakan memindahkan toko tersebut pada lokasi yang dekat dengan pasarnya.

D.       OUTPUT / HASIL
Pemilik ruanagn toko tersebut telah menyetujui untuk menyerahkan perjanjian sewa dari Peggy dan Susan pada Helen dan Martha tanpa ada perubahan sedikitpun. Pada saat berakhirnya perjanjian sewa saat ini, yang akan berakhir dalam dua tahun lagi, Helen dan Martha akan memindahkan toko tersebut pada lokasi yang lebih dekat dengan pasaran yaitu di ujung selatan kota. Dan bagaimanapun, Helen dan Martha memiliki pilihan untuk memperpanjang perjanjian sewa tersebut.


E.        FEEDBACK / UMPAN BALIK / SARAN PERBAIKAN
·         Membrikan tawaran-tawaran yang menarik atau diskon untuk menarik pelanggan
·         Memerbanyak produksi yang lebih menarik, model-model terbaru.
·         Mengadakan promosi baik dengan iklan, online melalui website, spanduk, dsb.
·         Memindahkan took tersebut ke tempat yang lebih strategis

3 komentar:

  1. Nama saya adalah Cynthia Johnson. kita hipotek, pinjaman rumah, kredit mobil, pinjaman Hotel, tawaran komersial Umum Mr John Carlson, orang harus memperbarui semua situasi keuangan di dunia / perusahaan untuk membantu mereka yang terdaftar pemberi pinjaman uang pinjaman pribadi, kredit konstruksi, rendah suku bunga 2% dll kredit modal, pinjaman usaha dan pinjaman kredit buruk bekerja, Memulai. Kami membiayai proyek di tangan dan perusahaan Anda / mitra dan saya juga ingin menawarkan pinjaman pribadi untuk klien mereka. hubungi kami melalui e-mail untuk informasi lebih lanjut: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com

    BalasHapus
  2. Syukur kepada Allah yang maha kuasa untuk memberi saya kesempatan ini untuk berbagi kesaksian saya, saya Mrs. Indriaty Manirjo, yang Anda cari pinjaman? Saya ingin membawa ini ke semua pemberitahuan pinjaman untuk berhati-hati, karena begitu banyak perusahaan pinjaman palsu di internet. Saya telah menjadi korban dari sebuah perusahaan pinjaman palsu 4, saya kehilangan begitu banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan pinjaman palsu yang saya kemudian mengetahui mereka adalah scam. Pada proses yang saya ditangkap oleh orang-orang yang saya berhutang kepada karena saya tidak bisa bertemu untuk kali saya berjanji untuk membayar dan saya ditangkap. Aku baru saja keluar dari penjara, ketika saya bertemu dengan seorang teman yang intoroduce saya untuk pemberi pinjaman kredit karena dia meyakinkan saya bahwa dia mendapat yang pinjaman dari dia yang MAGRETSPENCERLOANCOMPANY, jadi saya tidak punya pilihan untuk memberikan cobaan karena saya harus bertemu dengan standar hidup dan membayar utang saya dan memulai bisnis baru. Jadi saya mendapat pinjaman saya dari MAGRETSPENCERLOANCOMPANY tanpa stres, itulah alasan saya memutuskan untuk membagikan kesaksian saya kepada orang-orang yang membutuhkan pinjaman, sehingga mereka tidak akan jatuh di tangan pemberi pinjaman kredit palsu. Jika Anda membutuhkan pinjaman Anda lebih baik kontak MAGRETSPENCERLOANCOMPANY. menghubungi mereka melalui email:. magretspencerloancompany@gmail.com,.
    Anda masih bisa menghubungi saya melalui email saya untuk informasi lebih lanjut tentang indriatymanirjo010@gmail.com. Tuhan membantu Anda dan sangat berhati-hati.

    BalasHapus
  3. Cari Tiket Pesawat dan tiket kapal Online Super Cepat dan murah??
    http://selltiket.com
    Booking di SELLTIKET.COM aja!!!
    CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!!

    Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
    Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
    Bergabung segera di http://agenselltiket.com

    INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI:
    No handphone : 081275049340


    Baru dari selltiket.com,
    untuk semua agen selain anda
    bisa menjual tiket pesawat dan tiket kereta api
    sekarang anda juga dapat melakukan pembayaran :
    PLN, Pembelian pulsa, Pembayaran Telkom,
    pembayaran multifinance ADIRA, BAF, MAF, MEGA WOM.
    Gabung sekarang juga di http://agen.selltiket.com

    Tiket Pesawat Murah Online, dapatkan segera di SELL TIKET Klik disini:
    selltiket.com
    Booking di SELLTIKET.COM aja!!!
    CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!!

    Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
    Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
    Bergabung segera di agen.selltiket.com

    INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI :
    No handphone :081275049340


    Segera Mendaftar Sebelum Terlambat. !!!

    BalasHapus